Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pembangunan jembatan baru atau duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada Agustus 2026. Hingga awal Agustus, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 75,10 persen, dengan pekerjaan berlangsung hingga tengah malam setiap hari.
Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin, mengatakan pemasangan satu bentang Steel Box Girder (SBG) sepanjang 57 meter di pilar tengah telah rampung. Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bentang SBG sepanjang 50 meter ke arah Medan.
“Untuk bentang SBG 57 meter sudah sampai di tiang tengah dan tinggal diturunkan ke dudukan (bearing pad). Proses ini harus dilakukan dengan sangat presisi agar posisinya benar-benar simetris,” ujar Fachruddin saat ditemui BEDAHNEWS.com di lokasi proyek, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, untuk bentang 50 meter di sisi timur, proses erection satu jalur telah selesai. Saat ini, tim di lapangan sedang mengangkat segmen 11 dan 12 meter untuk disambungkan dengan segmen 13, 14, dan 15 meter yang telah berada di atas struktur.
Menurut Fachruddin, seluruh pekerjaan dilakukan secara maraton mulai pagi hingga sekitar pukul 24.00 WIB guna memastikan proyek selesai sesuai jadwal.
“Kami optimistis pembangunan jembatan ini dapat dituntaskan pada Agustus 2026 sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain pemasangan struktur baja, material pembesian lantai jembatan juga telah disiapkan secara paralel. Setelah pemasangan bentang SBG 50 meter selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan perakitan pembesian dan pengecoran lantai beton yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat hingga lima hari.
Tahapan yang sama kemudian akan dilakukan pada bentang 57 meter hingga seluruh struktur jembatan selesai dikerjakan.
Fachruddin menambahkan, secara keseluruhan progres fisik proyek kini telah mencapai 75,10 persen. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jembatan pengganti rangka lama yang putus akibat banjir itu ditargetkan mulai dapat difungsikan pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Namun demikian, pembukaan jembatan untuk lalu lintas kendaraan tetap menunggu terpenuhinya standar umur beton hasil pengecoran lantai agar kekuatan dan keamanan konstruksi benar-benar terjamin sebelum dioperasikan.










