Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Diduga kecewa karena tidak diberi uang Rp200 ribu, seorang pemuda berinisial Zulmi (24) diduga membakar rumah orang tuanya hingga ludes di Gampong Buket Dalam, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.23 WIB.
Akibat kebakaran tersebut, rumah milik Zakaria (45) beserta seluruh isinya hangus terbakar. Satu keluarga pun kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.
Zulmi kini telah diamankan di Polsek Gandapura untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pembakaran rumah tersebut.
Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Sebanyak empat armada diterjunkan, masing-masing satu unit dari Pos Pembantu Kutablang, satu unit dari Pos Pembantu Juli, serta dua unit dari Pos Induk Kota Bireuen.
Petugas PLN Gandapura juga berada di lokasi untuk memutus aliran listrik guna mengantisipasi risiko selama proses pemadaman berlangsung.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah petugas tiba di lokasi. Setelah memastikan kondisi api benar-benar padam dan area dinyatakan aman, seluruh armada pemadam kembali ke pos masing-masing.
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri melalui Kapolsek Gandapura Iptu Jusman membenarkan adanya dugaan unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.
“Sampai di sini kami mendapati keterangan bahwa kebakaran tersebut diduga ada indikasi kesengajaan oleh salah satu anak korban. Pelaku sudah kami amankan dibantu anggota Pos Ramil Kutablang dan masyarakat setempat,” ujar Iptu Jusman saat dikonfirmasi Bedahnews.com di lokasi kejadian.
Menurutnya, polisi langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran setibanya di lokasi dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Selanjutnya kami akan minta keterangan saksi. Keterangan dari korban juga sebagian sudah kami interogasi,” katanya.
Berawal dari Permintaan Uang
Pemilik rumah, Zakaria, mengatakan dugaan pembakaran tersebut berawal ketika anaknya meminta uang sebesar Rp200 ribu.
“Dia minta duit Rp200 ribu. Karena kondisi saya lagi sakit, jadi tidak ada uang. Singkat cerita, rumah dibakar anak saya yang selama ini memang sudah meresahkan,” tutur Zakaria.
Keuchik Gampong Buket Dalam, Rahmat (36), juga membenarkan bahwa Zulmi selama ini disebut kerap menimbulkan persoalan di lingkungan keluarganya.
“Zu memang sering meresahkan orang tuanya. Hal ini sudah pernah diberitahukan secara lisan kepada saya. Karena ini persoalan keluarga, sebelumnya sudah saya sarankan untuk dilaporkan ke pihak berwajib,” ungkap Rahmat.
Rahmat menyebut, akibat kejadian tersebut, Zakaria kini harus menanggung kebutuhan anggota keluarganya yang kehilangan tempat tinggal.
Mereka terdiri dari istrinya, Mursyidah (42), serta anak-anaknya, yakni Zulmi (24), M. Wali (21), si kembar Hendra (15) dan Hendri (15), serta Syifa Zahira (7).
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif pembakaran serta menentukan proses hukum selanjutnya terhadap Zulmi.











