Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Akses jalan nasional Bireuen–Takengon di Km 22, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, sempat lumpuh setelah hujan deras membuat badan jalan di kawasan tanjakan licin dan berlumpur, Kamis (17/9/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan menuju kawasan dataran tinggi Gayo, terutama Bener Meriah dan Takengon, tersendat. Sejumlah truk pengangkut kebutuhan pokok hingga truk tangki BBM bahkan tertahan di lokasi sejak Rabu (16/9/2026) malam.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan terjadi karena para pengemudi memilih menghentikan perjalanan. Mereka khawatir kendaraan bermuatan berat tidak mampu melewati tanjakan yang licin dan berisiko tergelincir.
Syarwadi (42), pengemudi truk pengangkut kelapa sawit asal Simpang Mamplam yang hendak menuju salah satu pabrik di Km 32 Juli, mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan kerusakan badan jalan akibat banjir yang menerjang kawasan itu pada akhir November 2025.
Menurutnya, kondisi jalan kembali menjadi persoalan setiap kali hujan turun. Permukaan jalan berubah licin dan menyulitkan kendaraan, khususnya armada bermuatan berat, untuk melintas.
“Kami berharap pihak berwenang segera memperbaiki jalan ini. Minimal ditimbun dengan base dulu lalu dipadatkan agar kendaraan barang bisa melintas tanpa terkendala saat hujan,” ujar Syarwadi di lokasi.
Keluhan serupa disampaikan Randi (35), pengemudi truk tangki BBM asal Lhokseumawe. Ia bersama sejumlah rekannya terpaksa menghentikan perjalanan sejak Rabu malam menjelang Magrib akibat kondisi jalan yang sulit dilalui.
Truk tangki tersebut membawa BBM jenis Solar, Pertalite, dan Pertamax untuk didistribusikan ke wilayah Bener Meriah dan Takengon.
Kemacetan yang terjadi di titik tersebut kemudian mendapat penanganan dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bireuen. Personel dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, SH, SIK, S.Psi, MIK, melalui Kasatlantas AKP Irwansyah Nasution, membenarkan adanya penanganan di lokasi.
“Saat menerima informasi terkait kemacetan, personel Satlantas langsung kita turunkan ke lokasi untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas,” kata AKP Irwansyah.
Ia menyebutkan, penanganan darurat di titik kerusakan telah dilakukan sehingga kondisi lalu lintas di Km 22 kembali normal.
“Untuk saat ini kondisi di Km 22 sudah kembali normal dan aman dilalui berbagai jenis kendaraan dari kedua arah, baik Bireuen maupun Takengon, seiring proses perbaikan jalan yang terus berjalan,” ujarnya.
Meski arus lalu lintas telah kembali normal, kondisi badan jalan di titik tersebut masih menjadi perhatian, terutama saat hujan turun dan permukaan jalan kembali licin.











