Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 14 sekolah dan dayah di Kabupaten Bireuen menjadi sasaran penilaian Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah, Madrasah, dan Dayah (TP-UKS/M/D) Kabupaten Bireuen tahun 2026.
Penilaian dilakukan secara bertahap sejak beberapa hari terakhir dengan menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/sederajat, SMP/sederajat, hingga SMA/sederajat.
Ketua Sekretariat TP-UKS/M/D Bireuen, Azmi SAg, mengatakan 14 lembaga pendidikan tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembinaan pada Agustus 2026 sebelum memasuki tahap penilaian dan verifikasi lapangan.
“Berikutnya, tim akan turun ke sekolah lainnya untuk melihat langsung kondisi masing-masing sekolah. Jadwal terakhir penilaian pada 22 September,” kata Azmi kepada Bedahnews.com, Rabu (16/9/2026).
Azmi yang juga menjabat Kepala Bidang Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat pada Setdakab Bireuen menjelaskan, penilaian dilakukan secara langsung dengan melihat kondisi lingkungan sekolah, melakukan wawancara, serta memeriksa penerapan berbagai indikator program sekolah sehat.
Tim penilai melibatkan sejumlah instansi lintas sektor, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kantor Kementerian Agama Bireuen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan Bireuen.
Daftar 14 Sekolah dan Dayah
Adapun 14 sekolah dan dayah yang menjadi sasaran penilaian TP-UKS/M/D Bireuen tahun 2026, yakni:
SMAN 1 Bireuen
SMKN 1 Bireuen
UPTD SDN 2 Gandapura
SMPN 3 Gandapura
SMKN 1 Gandapura
MTsN 5 Bireuen
UPTD SDN 10 Peudada
Pesantren Modern Az Zahrah Juli
Pesantren Terpadu Almuslim
MIN 9 Bireuen
SDN 4 Bireuen
SMPN 1 Kuala
SMPN 1 Peudada
MAN 1 Bireuen
Dari 14 lembaga tersebut, sejumlah sekolah telah selesai menjalani penilaian, yakni SMAN 1 Bireuen, SMKN 1 Bireuen, UPTD SDN 2 Gandapura, SMPN 3 Gandapura, dan SMKN 1 Gandapura.
Sementara itu, pada Rabu (16/9/2026), tim penilai melanjutkan kegiatan dengan menyambangi MTsN 5 Bireuen dan UPTD SDN 10 Peudada.
Azmi mengatakan, penilaian lintas sektor tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas kesehatan di lingkungan satuan pendidikan.
Melalui program UKS/M/D, peserta didik diharapkan memperoleh pendidikan kesehatan yang optimal sekaligus mendapatkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, dan kondusif.
“Harapannya, kebiasaan hidup sehat yang dibangun di sekolah tidak hanya diterapkan di lingkungan pendidikan, tetapi juga terbawa dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.











