Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Sebanyak 17 siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026).
Belasan siswa tersebut mengalami keluhan mual dan kemudian menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Dugaan keracunan mencuat setelah salah seorang siswa menemukan belatung pada olahan daging ayam dalam makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Selain itu, makanan tersebut disebut mengeluarkan aroma tidak sedap.
Salah seorang siswi, Siti Aisyah, mengungkapkan bahwa temuan tersebut terjadi saat makanan MBG dikonsumsi para siswa.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, insiden pertama kali diketahui sekitar pukul 10.10 WIB, saat jam istirahat sekolah.
“Pada saat itu ditemukan belatung pada daging ayam dan tercium aroma tidak sedap dari makanan yang disajikan,” ujar Nurul Aini kepada Bedahnews.com, Kamis (17/9/2026).
Tak lama setelah jam istirahat, sejumlah siswa mulai mengeluhkan rasa mual dan melapor kepada guru yang bertugas di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Pihak sekolah kemudian memberikan pertolongan pertama. Namun, jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa terus bertambah sehingga penanganan di lingkungan sekolah tidak lagi mencukupi.
Para guru selanjutnya mengevakuasi siswa menggunakan kendaraan sekolah maupun kendaraan pribadi menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Adapun menu MBG yang dibagikan kepada para siswa pada hari itu terdiri atas nasi, tahu goreng, ayam kecap, dan buah semangka.
Nurul Aini mengatakan, seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Pihak sekolah, kata dia, memprioritaskan keselamatan dan pemulihan kondisi para siswa serta akan melakukan evaluasi terhadap makanan yang diterima dari penyedia MBG.
“Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak sekolah akan memperketat pemeriksaan dan re-check terhadap setiap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada para siswa,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut terhadap makanan MBG yang dikonsumsi.











