Empat SKPK dan Tiga Kecamatan di Bireuen Raih Penghargaan Kinerja Terbaik 2026, Ini Daftarnya

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Empat Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan tiga kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima penghargaan atas kinerja terbaik dalam pelaksanaan dan pelaporan kegiatan Tahun Anggaran 2026.

Muat Lebih

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SKPK Tahun Anggaran 2026 serta Evaluasi Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Jasa Konstruksi, yang berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (16/9/2026) pagi.

Berdasarkan data yang diterima Bedahnews.com, penghargaan kategori terbaik pelaporan tahun 2026 untuk operator Sitranspor diraih oleh tiga SKPK.

Terbaik I diraih Dinas Pertanahan, Terbaik II BPBD Bireuen, dan Terbaik III Bappeda Bireuen.

Sementara pada tingkat kecamatan, Kecamatan Jeumpa meraih Terbaik I, disusul Kecamatan Peusangan sebagai Terbaik II, dan Kecamatan Gandapura sebagai Terbaik III.

Adapun penghargaan untuk SKPK yang dinilai paling tertib dalam mendaftarkan proyek jasa konstruksi pada program BPJS Ketenagakerjaan diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen.

Selain penghargaan kinerja, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Ahli waris almarhum Basri Adam, pegawai DLHK Bireuen, menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia) sebesar Rp118 juta, ditambah beasiswa untuk satu anak sebesar Rp79,5 juta, dengan total manfaat Rp197,5 juta.

Selanjutnya, ahli waris almarhum Syahrizal Putra, pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen pada SDN 18 Peusangan, menerima santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta serta beasiswa untuk dua anak senilai Rp169,5 juta, sehingga total manfaat mencapai Rp211,5 juta.

Sementara ahli waris almarhum Martunis Mahyiddin, pegawai Dinas Pertanahan Bireuen, menerima santunan Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Sekda Bireuen Ismunandar bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan serta jajaran Asisten I, Asisten II, dan Asisten III Setdakab Bireuen.

Ketua panitia yang juga Kepala Bagian Pembangunan Setdakab Bireuen, Musliadi, dalam laporannya menyampaikan kegiatan tersebut diikuti sebanyak 80 peserta.

Peserta antara lain terdiri atas operator Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian (SIPK) Pro dari enam SKPK terbaik dalam penginputan laporan Rencana Fisik dan Keuangan (RFK) Tahun Anggaran 2026.

“Tujuan kegiatan ini untuk menyampaikan capaian realisasi fisik kepada pimpinan, sekaligus merumuskan langkah strategis dan pemecahan masalah agar target kegiatan SKPK TA 2026 dapat tercapai dalam sisa waktu tiga bulan ke depan,” ujar Musliadi.

Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Bireuen Ismunandar, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program pemerintah tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaporkan.

Menurutnya, keberhasilan harus dilihat dari ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, tertib administrasi, kepatuhan terhadap aturan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan diukur dari ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, tertib administrasi, kepatuhan aturan, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap data harus melahirkan keputusan, setiap masalah ada penanggung jawabnya, dan setiap arahan memiliki batas waktu penyelesaian yang jelas,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan Bagian Administrasi Pembangunan untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap pelaksanaan kegiatan seluruh SKPK.

Terkait perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja jasa konstruksi, Bupati mengingatkan masih terdapat perusahaan yang belum mendaftarkan paket pekerjaannya.

Karena itu, seluruh SKPK diminta memastikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam setiap paket pekerjaan, baik perencanaan, pengawasan maupun pekerjaan konstruksi.

“Kepesertaan BPJS ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan para pekerja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *