RSUD dr Fauziah Bireuen Resmikan Layanan Cathlab, Langsung Tangani 8 Pasien Jantung

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – RSUD dr Fauziah Bireuen resmi menghadirkan layanan Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cathlab) sebagai langkah besar meningkatkan pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat. Beroperasinya fasilitas ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) jejaring pelayanan pengampuan jantung komprehensif bersama Rumah Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, serta 22 rumah sakit di Aceh, Jumat (31/7/2026).

Muat Lebih

Peluncuran layanan Cathlab diresmikan oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, dan langsung diikuti tindakan medis terhadap delapan pasien jantung yang dijadwalkan menjalani kateterisasi serta pemasangan cincin jantung (stent) selama dua hari, yakni 31 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Minar Mushari, SpS, mengatakan kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan jantung di Aceh sekaligus mempercepat akses penanganan pasien tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Ini bukan sekadar kerja sama dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menyelamatkan nyawa. Kita mengetahui penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia,” ujar dr Minar.

Menurutnya, kehadiran Cathlab memungkinkan masyarakat Bireuen dan wilayah sekitarnya memperoleh penanganan cepat saat mengalami serangan jantung, sehingga peluang keselamatan pasien semakin besar.

Direktur RSUDZA Banda Aceh, dr Muhazar Harun, SKM, M.Kes, menjelaskan penandatanganan PKS tersebut merupakan bagian dari percepatan integrasi Jejaring Pengampuan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) di Aceh.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1277/2024 dan HK.02.02/D/1619/2026 yang menetapkan RSUDZA sebagai rumah sakit pengampu regional.

“Kegiatan Proctorship Intervensi Non-Bedah perdana di RSUD dr Fauziah menjadi bukti bahwa transfer ilmu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemenuhan standar fasilitas kesehatan di daerah telah berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cathlab Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dr Amir Aziz Alkatari, SpJP(K), FIHA, mengapresiasi kesiapan fasilitas yang dimiliki RSUD dr Fauziah.

“Masyarakat Bireuen patut berbangga karena fasilitas Cathlab di RSUD dr Fauziah sudah sangat baik. Penanganan serangan jantung adalah perlombaan melawan waktu. Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin besar peluang pasien untuk selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, delapan pasien yang menjalani tindakan perdana diharapkan menjadi awal dari optimalnya pelayanan jantung di RSUD dr Fauziah, terlebih dengan dukungan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan sehingga manfaat fasilitas yang disediakan Kementerian Kesehatan dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, menyebut kehadiran layanan Cathlab merupakan investasi penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Penyakit kardiovaskular menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dengan hadirnya layanan Cathlab di RSUD dr Fauziah, pasien kini dapat memperoleh deteksi dini dan tindakan medis yang cepat serta tepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Semoga layanan ini mampu menekan angka kematian akibat penyakit jantung di Bireuen dan Aceh pada umumnya,” ujar Mukhlis.

Beroperasinya layanan Cathlab sekaligus memperkuat posisi RSUD dr Fauziah Bireuen sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Aceh dalam penanganan penyakit jantung, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang lebih cepat, berkualitas, dan terjangkau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *