Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Tim tuan rumah Juang FC mengawali langkah dengan hasil sempurna pada laga pembuka Piala Soeratin U-17 Regional Aceh 2026. Bermain di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, Senin (13/7/2026), Juang FC tampil dominan dan menaklukkan PS Muda Setia Aceh Tamiang dengan skor meyakinkan 3-0.
Laga pembuka kompetisi sepak bola usia muda paling bergengsi di Aceh itu dibuka secara resmi oleh Ketua PSSI Aceh, Nasir Adam, melalui seremoni penyerahan bola kepada wasit sebagai tanda dimulainya turnamen.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Juang FC langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, Muhammad Dita Rasya (19) berhasil membuka keunggulan pada babak pertama setelah memanfaatkan umpan matang dari rekannya. Gol tersebut membawa Juang FC unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, skuad asuhan Mulya Saputra semakin menguasai jalannya pertandingan. Seorang pemain bernomor punggung 9 berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0, membuat PS Muda Setia semakin tertekan.
Tim tamu sempat meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, kokohnya lini pertahanan Juang FC yang dikawal kiper Yasirul Afkar mampu meredam seluruh peluang yang diciptakan lawan.
Kemenangan Juang FC dipastikan melalui gol spektakuler Azizul Zikri (5) pada masa injury time. Dari jarak lebih dari 20 meter di luar kotak penalti, Azizul melepaskan tendangan keras yang gagal dijangkau kiper PS Muda Setia, Rizky Aulia. Gol indah tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan skor telak 3-0 untuk kemenangan Juang FC.
Ketua Panitia Pelaksana, Sardani, mengatakan Piala Soeratin U-17 Regional Aceh 2026 diikuti 14 tim yang akan bertanding mulai 13 hingga 25 Juli 2026.
Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi yang dibagi ke dalam empat grup. Pool A dan Pool C masing-masing dihuni tiga tim, sedangkan Pool B dan Pool D diisi empat tim. Seluruh pertandingan dipusatkan di Lapangan RTH Cot Gapu dan Lapangan Galacticos Bireuen.
Sebanyak 14 tim yang ambil bagian yakni Juang FC, PS Muda Setia Aceh Tamiang, Persada, Persip Pasee, Persas Sabang, Lhokseumawe FC, Persilatama, PSAB Aceh Besar, Meulaboh Akademi, Young Warrior FC, Aceh Kutaraja FC, Persimura, Adam Depok FC, dan Tamiang United.
Di balik semarak pembukaan turnamen, Ketua PSSI Aceh, Nasir Adam, turut menyoroti minimnya fasilitas sepak bola di Kabupaten Bireuen. Menurutnya, Bireuen dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pesepak bola berbakat yang banyak berkiprah di Liga 2 maupun Liga 3, namun hingga kini belum memiliki stadion yang memenuhi standar kompetisi nasional.
“Ini sangat ironis. Banyak pemain lahir dari Bireuen, tetapi belum memiliki stadion yang layak. Lapangan yang ada saat ini baru memenuhi standar untuk Piala Soeratin atau festival grassroots, belum bisa digunakan untuk kompetisi liga,” ujarnya.
Nasir mengungkapkan pihaknya mendapat informasi bahwa rencana pembangunan Stadion Paya Kareung telah memiliki Detail Engineering Design (DED). PSSI Aceh pun menyatakan siap memberikan dukungan agar stadion tersebut dapat segera direalisasikan pada masa kepemimpinan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Asisten III Setdakab Bireuen, Zamzami, bersama Ketua Askab PSSI Bireuen yang juga Wakil Ketua DPR Aceh, Saifuddin Muhammad (Ayah Fud), mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas sepanjang turnamen. Mereka juga meminta perangkat pertandingan yang dipimpin wasit Radiansyah asal Aceh Jaya memimpin setiap laga secara adil, profesional, dan tegas demi menjaga kualitas kompetisi.








