HAkA Salurkan 1.600 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Siswa Baru SMA/SMK Terdampak Banjir di Bireuen

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) menyalurkan sebanyak 1.600 paket tas sekolah dan alat tulis kepada siswa baru jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Bireuen yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus memotivasi peserta didik untuk tetap semangat memulai tahun ajaran baru 2026/2027.

Muat Lebih

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di SMAN 1 Peusangan, Senin (13/7/2026), dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Bireuen, Yusnita, SE.Ak., SPd., MM, bersama Sekretaris HAkA, Badrul Irfan.

Dalam sambutannya, Yusnita menyampaikan apresiasi kepada HAkA atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada HAkA yang telah memberikan bantuan tas sekolah kepada peserta didik kami. Kami juga berharap HAkA dapat terus berkolaborasi melalui edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada para siswa,” ujar Yusnita.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan kepada delapan sekolah, yakni SMAN 1 Peusangan, SMAN 1 Kutablang, SMAN 2 Kutablang, SMAN 1 Peusangan Selatan, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMKN 1 Peusangan, SMAN 1 Gandapura, dan SMKN 1 Gandapura.

Sementara itu, Sekretaris HAkA, Badrul Irfan, mengatakan program bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HAkA dan Dinas Pendidikan Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Bireuen. Bantuan difokuskan bagi siswa baru di wilayah yang terdampak banjir sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap bersemangat mengikuti proses belajar.

“Harapan kami, pascabencana ini tumbuh kesadaran sejak dini bahwa lingkungan harus dijaga. Kita tentu berharap bencana seperti ini tidak terulang, namun jika terjadi, masyarakat sudah memiliki kesiapsiagaan dan pemahaman mengenai mitigasi bencana,” katanya.

Menurut Badrul, upaya pengurangan risiko bencana harus dimulai dari lingkungan sekolah melalui pendidikan dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan, termasuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Kesadaran menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekolah, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, HAkA juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum sekolah. Materi tersebut disisipkan pada sejumlah mata pelajaran, seperti Biologi, Fisika, Kimia, dan Geografi, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

“Melalui pendidikan lingkungan, kami berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga alam serta mampu berkontribusi mengurangi risiko bencana di masa depan,” pungkas Badrul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *