Ratusan Mahasiswa dan Forkopimda Bireuen Tanam 440 Bibit Pohon di Bantaran Sungai Peusangan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi terus dilakukan di Kabupaten Bireuen. Ratusan mahasiswa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Peusangan, Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Sabtu (11/7/2026).

Muat Lebih

Kegiatan bertajuk Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan (GPKBSB) ini diinisiasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan (HIMAILU) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan bekerja sama dengan LEPPAMI Cabang Bireuen, Pemerintah Kabupaten Bireuen, serta berbagai instansi dan komunitas peduli lingkungan.

Ketua Panitia, Waisul Karani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan yang semakin rentan mengalami erosi, banjir, dan kerusakan lingkungan.

Mengusung tema “Hijau Lestari, Sungai Berseri”, kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga dan memulihkan fungsi ekologis kawasan bantaran sungai.

“Gerakan ini bukan sekadar seremonial penanaman pohon, tetapi menjadi upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kelestarian sungai merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Waisul.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut sebanyak 440 bibit pohon ditanam, terdiri atas 110 bibit jambu air, 50 bibit ketapang, 80 bibit durian, 150 bibit mahoni, dan 50 bibit trembesi. Selain penanaman pohon, seluruh peserta juga melakukan aksi gotong royong membersihkan sampah di sepanjang bantaran Sungai Peusangan.

Menurutnya, penanaman pohon diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis bantaran sungai, mengurangi potensi erosi dan banjir, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan apresiasi atas inisiatif yang digagas mahasiswa tersebut. Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., menyebut gerakan konservasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan.

“Langkah konservasi berkelanjutan seperti ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat dibutuhkan untuk memulihkan dan menjaga kelestarian alam Kabupaten Bireuen,” ujar Mulyadi saat membacakan sambutan Bupati.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Gampong Kulu, untuk bersama-sama merawat pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Pohon-pohon yang ditanam hari ini harus dijaga dan dirawat bersama. Dengan begitu, keberadaannya dapat menjadi benteng alami dalam mengurangi risiko banjir, erosi, dan longsor di masa mendatang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *