Bupati Bireuen Tinjau Proyek Jembatan Pante Lhong, Progres Pembangunan Tembus 50 Persen

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Jumat (10/7/2026). Jembatan yang putus total akibat banjir bandang pada November 2025 itu kini menunjukkan perkembangan signifikan dengan progres fisik telah mencapai lebih dari 50 persen.

Muat Lebih

Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut mulai dikerjakan usai Idulfitri 2026 dan terus dipacu agar selesai sesuai target. Saat meninjau lokasi, Bupati didampingi Camat Peusangan, Alfian S.Sos, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Pantauan Bedahnews.com di lokasi menunjukkan kawasan proyek telah dipasang pembatas area steril. Sejumlah alat berat tampak beroperasi, sementara puluhan pekerja fokus melakukan pembesian pada struktur abutment (kepala jembatan) sisi timur.

Abutment sisi barat yang berada di kawasan Desa Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, telah selesai dicor dan seluruh tiang pancang telah terpasang. Sementara itu, abutment sisi timur di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, kini memasuki tahap akhir pemancangan sebelum dilakukan pengecoran.

Di sisi barat, alat berat masih melakukan normalisasi alur sungai dengan memindahkan material endapan, sedangkan di sisi timur sejumlah alat berat mengangkut rangkaian besi menuju titik pekerjaan. Pipa baja berdiameter besar yang akan menjadi pondasi pilar jembatan juga telah tersedia di kedua sisi sungai, bahkan sebagian telah ditanam.

Rekanan pelaksana proyek, Agusti Bayu, mengatakan progres pembangunan terus mengalami peningkatan.

“Abutment barat beserta pilar satu sudah selesai 100 persen. Struktur pelindung (fender) di sekitar pilar juga telah rampung. Secara keseluruhan, progres pekerjaan pada bagian tersebut mencapai sekitar 65 persen,” ujarnya.

Untuk abutment timur, lanjut Agusti, proses pemancangan ditargetkan selesai pada Sabtu (11/7/2026). Setelah tahapan itu rampung, bobot pekerjaan di sisi timur diperkirakan mencapai sekitar 30 persen.

Selain pembangunan jembatan utama, proyek ini juga mencakup pembangunan struktur pengaman tebing sungai untuk mencegah erosi di sekitar konstruksi.

“Secara keseluruhan, progres pembangunan Jembatan Pante Lhong saat ini sudah mencapai sekitar 50 persen,” katanya.

Jembatan baru tersebut memiliki panjang 140 meter dengan lebar 10 meter. Konstruksinya terdiri atas tiga bentang yang ditopang dua pilar utama di tengah sungai, dua abutment, serta pondasi tiang pancang. Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, sekitar 100 personel diterjunkan, mulai dari tenaga perencana, pelaksana lapangan hingga tim pengawas.

Bupati Mukhlis berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga akses masyarakat kembali normal. Berdasarkan jadwal pelaksanaan, proyek tersebut ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

“Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Peusangan dengan Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Makmur, Gandapura hingga sejumlah wilayah di kabupaten tetangga. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PU agar pembangunannya berjalan sesuai target,” kata Mukhlis.

Diketahui, Jembatan Pante Lhong ambruk diterjang banjir bandang pada 26–27 November 2025. Putusnya jembatan tersebut sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat karena merupakan jalur penghubung utama antarkecamatan.

Pascabanjir, Pemerintah Kabupaten Bireuen segera melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, pemerintah pusat menyetujui pembangunan jembatan baru berskala nasional dengan konstruksi rangka baja modern yang diharapkan mampu memberikan ketahanan lebih baik terhadap bencana di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *