Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pembangunan Jembatan Rangka Baja Teupin Mane di ruas Bireuen–Takengon, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Kamis (9/7/2026), progres fisik proyek telah mencapai 53,456 persen, dengan dua struktur beton penyangga utama (abutment) di kedua ujung jembatan telah selesai dibangun.
Berdasarkan pantauan BEDAHNEWS.com di lokasi, kedua abutment yang berada di sisi utara (arah Bireuen) dan sisi selatan (arah Takengon) telah berdiri sempurna. Rampungnya pekerjaan tersebut menjadi tahapan penting sebelum memasuki proses pembangunan pilar tengah serta erection atau perakitan dan pemasangan rangka baja.
Aktivitas pembangunan di lokasi berlangsung intensif. Tiga unit ekskavator dikerahkan ke dasar Krueng Peusangan untuk melakukan pengerukan tanah sebagai persiapan pembangunan fondasi pilar. Di sekitar lokasi juga telah tersedia material rangka baja yang akan segera dipasang.
Di sisi darat arah Bireuen, sejumlah pekerja tampak merakit tulangan besi berdiameter besar dengan bantuan satu unit crane dan berbagai peralatan pendukung lainnya. Seluruh pekerja terlihat menerapkan standar keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri, termasuk helm pengaman.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, sebagian aliran Krueng Peusangan di sisi utara hingga bagian tengah sungai ditutup sementara menggunakan timbunan tanah. Rekayasa tersebut dilakukan agar area kerja tetap kering, sementara aliran air dialihkan ke sisi selatan sungai.
Meski proyek berlangsung di samping jalur utama, arus lalu lintas Bireuen–Takengon tetap berjalan normal. Kendaraan masih melintas melalui jembatan Bailey yang terhubung dengan jembatan rangka baja lama sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Jembatan Teupin Mane nantinya memiliki panjang total 160 meter yang terdiri atas dua bentang, masing-masing sepanjang 80 meter.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Satker PJN Wilayah 3, Febi Lesmana, mengatakan pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kedua abutment sudah selesai dikerjakan. Saat ini kami fokus pada persiapan pembangunan pilar dan proses erection rangka baja. Hingga Kamis, 9 Juli 2026, progres fisik pembangunan Jembatan Teupin Mane telah mencapai 53,456 persen,” ujar Febi kepada BEDAHNEWS.com.
Proyek yang dimulai pada awal Februari 2026 tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal. Apabila tidak mengalami kendala cuaca maupun faktor teknis di lapangan, Jembatan Teupin Mane diproyeksikan dapat difungsikan pada Agustus 2026, sehingga mampu meningkatkan konektivitas serta memperlancar arus transportasi antara Kabupaten Bireuen dan wilayah dataran tinggi Aceh.








