Bupati Mukhlis Luncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber, Target Hemat APBK hingga Rp7 Miliar per Tahun

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen resmi meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber sebagai langkah strategis untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, di Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Jumat (10/7/2026).

Muat Lebih

Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Melalui gerakan ini, volume sampah yang diangkut ke TPA ditargetkan dapat ditekan hingga 75 persen, sehingga hanya sekitar 25 persen yang menjadi residu.

“Jika sampah dipilah sejak dari sumbernya, maka beban TPA akan jauh berkurang. Ini tidak hanya memperpanjang umur operasional TPA, tetapi juga mengurangi beban pemerintah daerah sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Mukhlis.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga akan berdampak pada efisiensi anggaran daerah. Pemerintah Kabupaten Bireuen menargetkan penghematan belanja pelayanan persampahan yang bersumber dari APBK mencapai sekitar Rp6 hingga Rp7 miliar setiap tahun.

Ketua Panitia Pelaksana, Tarmizi, mengatakan persoalan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Tanpa pengelolaan yang baik, penumpukan sampah berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, hingga memicu banjir.

Karena itu, Perkumpulan Bank Sampah Nasional (Perbanusa) terus mendorong budaya memilah sampah dari sumber melalui edukasi masyarakat serta penguatan ekosistem ekonomi sirkular. Program tersebut didukung oleh Bank Sampah Induk Juang Lestari bersama jaringan bank sampah di tingkat gampong.

“Program pengelolaan sampah di Gampong Blang Asan sebenarnya telah kami mulai sejak 2020. Awalnya hanya melibatkan sekitar 30 rumah tangga, dan kini berkembang menjadi 100 rumah tangga yang aktif melakukan pemilahan sampah,” jelas Tarmizi.

Untuk memperluas cakupan program, Pemerintah Kabupaten Bireuen akan memperkuat tata kelola persampahan dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan gampong secara aktif. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi PAD dari sektor pengelolaan sampah.

Pada kesempatan itu, Bupati Mukhlis juga menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen agar segera menyusun dan menerbitkan Surat Edaran Gerakan Pilah Sampah dari Sumber.

Surat edaran tersebut nantinya akan ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, pelaku usaha, camat, hingga para keuchik di seluruh Kabupaten Bireuen sebagai pedoman pelaksanaan gerakan tersebut.

Mukhlis mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, dunia usaha, hingga warga di tingkat gampong, untuk bersama-sama menyukseskan gerakan tersebut.

“Keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak. Mari kita bersama-sama mewujudkan Bireuen Bebas Sampah melalui budaya memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya.

Peluncuran Gerakan Pilah Sampah dari Sumber tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala SKPK, camat, keuchik, serta berbagai komunitas peduli lingkungan di Kabupaten Bireuen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *