Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Selasa (15/9/2026) siang. Dari hasil pemantauan, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, terutama daging sapi, ayam potong, dan cabai.
Sidak dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pangan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bupati Mukhlis turun bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kunjungan tersebut sekaligus merespons laporan masyarakat mengenai kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar.
“Setelah kami datang langsung, ternyata benar ada barang kebutuhan yang naik dan ada juga yang sudah turun harganya,” ujar Bupati Mukhlis saat ditemui Bedahnews.com di lokasi sidak.
Berdasarkan hasil pantauan, harga daging sapi menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan dan kini mencapai Rp170.000 per kilogram.
Harga ayam potong juga meningkat. Untuk ayam berukuran kecil dengan bobot sekitar 1,4 kilogram, pedagang menjualnya sekitar Rp70.000 per ekor.
Menurut informasi yang diterima di lapangan, kenaikan harga ayam tersebut dipengaruhi keterbatasan stok unggas lokal sehingga sebagian pasokan harus didatangkan dari Medan, Sumatera Utara.
Kenaikan cukup signifikan juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah kini berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp40.000 per kilogram.
Sementara cabai hijau mengalami kenaikan lebih tajam, dari sebelumnya sekitar Rp10.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kondisi tersebut diduga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama rangkaian peringatan Maulid yang berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, pasokan cabai merah di Bireuen masih bergantung pada pengiriman dari kawasan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyiapkan langkah untuk mencari sumber pasokan alternatif dari daerah yang lebih dekat.
“Kami mengupayakan pasokan dari daerah terdekat seperti Takengon untuk menekan harga dan memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini didatangkan dari Sumatera Utara,” kata Mukhlis.
Namun, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan. Sejumlah kebutuhan dapur justru tercatat mengalami penurunan harga.
Pedagang pasar, Zulyani (38), mengatakan harga bawang merah kampung turun dari sebelumnya Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit juga turun dari kisaran Rp60.000–Rp65.000 menjadi sekitar Rp56.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada bawang putih yang kini berada di angka Rp27.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp30.000. Tomat Medan turun dari Rp18.000 menjadi Rp13.000 per kilogram, sedangkan tomat kampung kini dijual sekitar Rp5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp8.000.
Harga brokoli juga mengalami penurunan. Komoditas tersebut yang sebelumnya sempat mencapai Rp20.000 per kilogram, kini dijual sekitar Rp10.000 per kilogram untuk pasokan Takengon dan Rp12.000 per kilogram untuk pasokan Medan.
Sementara itu, harga gula pasir dan minyak goreng masih relatif stabil. Keduanya masing-masing bertahan di kisaran Rp19.000 per kilogram dan Rp20.000 per kilogram.
Pemkab Bireuen berharap upaya memperkuat pasokan dari daerah sekitar dapat membantu menjaga stabilitas harga, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan dan keterbatasan pasokan.











