Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pembangunan jembatan duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, terus dipacu. Hingga Jumat (21/8/2026), progres fisik proyek jembatan tersebut telah mencapai 84 persen.
Tahapan penting pembangunan ditandai dengan tersambungnya gelagar tengah atau Steel Box Girder (SBG) bentang 57 meter di sisi utara.
Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) Supervisi Agrinas Jaladri, M. Taufik, mengatakan pekerja dari PT Bukaka saat ini fokus menurunkan SBG bentang 57 meter menuju dudukan pilar satu dan dua.
“Proses pembangunan jembatan baru Krueng Tingkeum terus kami kebut dengan bekerja 24 jam. Hari ini ditargetkan SBG 57 meter di tengah jembatan dapat selesai diturunkan ke dudukan tiang tengah atau line dua,” kata Taufik saat dikonfirmasi Bedahnews.com di lokasi proyek, Jumat.
Setelah SBG selesai diturunkan, pekerja akan melakukan pengikatan SBG line satu dan line dua. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pemasangan bondex atau pelat lantai baja, pembesian, hingga pengecoran lantai jembatan.
Menurut Taufik, proses pembesian diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima hari. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran lantai jembatan.
“Insya Allah, Kamis depan lantai tengah sudah selesai dicor dan jembatan sudah terhubung sehingga bisa dilalui pejalan kaki,” ujarnya.
Uji Coba Pengalihan Arus September
Taufik menjelaskan, lantai jembatan menggunakan beton dengan spesifikasi mutu tinggi FC 50. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Satuan Kerja (Kasatker), beton tersebut diproyeksikan mampu menahan beban pada hari ketujuh setelah pengecoran.
Untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini terjadi di jembatan darurat atau Bailey, pengelola proyek berencana melakukan uji coba pengalihan arus lalu lintas secara bertahap mulai pekan pertama September 2026.
“Tujuh hari setelah lantai tengah selesai dicor, kendaraan khusus sepeda motor sudah bisa kita alihkan ke jembatan baru. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan di jembatan Bailey,” jelas Taufik.
Namun, kendaraan roda empat dan kendaraan dengan beban lebih besar belum diperbolehkan melintas. Hal itu karena sejumlah pekerjaan finishing masih harus diselesaikan.
Pihaknya menargetkan jembatan duplikasi Krueng Tingkeum dapat berfungsi secara penuh pada pertengahan September 2026.
Jembatan Lama Segera Direkonstruksi
Setelah jembatan baru berfungsi optimal, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembongkaran jembatan Bailey. Selanjutnya, kontraktor akan memulai rekonstruksi jembatan lama Krueng Tingkeum yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
“Setelah jembatan baru fungsional, jembatan Bailey akan dibongkar. Kami akan melanjutkan pembangunan kembali jembatan lama, meliputi rekonstruksi satu pilar tiang tengah dan satu abutment di sisi timur,” kata Taufik.
Untuk jembatan lama, gelagar tengah nantinya juga akan menggunakan Steel Box Girder (SBG) dengan bentang 50 meter.
Dengan selesainya pembangunan jembatan duplikasi dan rekonstruksi jembatan lama, kawasan Krueng Tingkeum di Kutablang diharapkan memiliki dua jembatan yang dapat mendukung kelancaran arus transportasi dan distribusi logistik di jalur lintas Sumatra.











