Tinjau Teupin Mane dan Krueng Simpo, Wagub Aceh Janji Tuntaskan Tanggul dan Jalan Putus

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana banjir di Kabupaten Bireuen, Senin (5/10/2026) pagi.

Muat Lebih

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Aceh yang akrab disapa Dek Fad memantau kondisi jembatan duplikasi Teupin Mane serta pembangunan tanggul bronjong untuk mengantisipasi erosi di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Peninjauan turut didampingi Reza Azlan dari PT PP, Kepala Dinas PUPR Bireuen Ir. Fadhli Amir, ST., MT., Kalaksa BPBD Bireuen Ir. Marwan, ST., MT., Kepala Disdikbud Dr. Muslim, M.Si., Kepala Dinas Perkim Ir. Fadhli Abdulah, ST., Camat Juli Hendri Maulana, Kapolsek Juli Iptu Iwan Temas, Keuchik Krueng Simpo Mursal, Keuchik Rantau Panyang Zahri Ar, serta sejumlah pejabat terkait.

Di lokasi jembatan, Fadhullah mengatakan pembangunan jembatan duplikasi Teupin Mane secara fisik telah rampung. Namun, jembatan tersebut belum dapat langsung difungsikan karena masih harus melewati tahapan uji beban dan penyelesaian pembebasan lahan.

“Jembatan belum bisa fungsional karena masih harus melalui proses uji coba beban. Selain itu, saat ini masih berlangsung pembebasan lahan untuk 14 unit rumah di area oprit atau akses keluar bagian selatan,” ujar Dek Fad.

Menurutnya, setelah uji beban dan proses pembebasan lahan selesai, jembatan baru tersebut akan segera dibuka untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan Teupin Mane.

Sementara itu, perwakilan PT PP, Reza Azlan, menjelaskan kondisi jembatan lama Teupin Mane yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang banjir bandang.

Ia memastikan jembatan lama akan dibongkar setelah jembatan baru mulai beroperasi. Secara teknis, kondisi jembatan lama dinilai sudah tidak layak untuk digunakan dalam jangka panjang.

“Jembatan lama sudah mengalami gagal konstruksi akibat dampak banjir, sehingga secara teknis sudah tidak layak dan berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang,” jelas Reza.

Tanggul Krueng Simpo Dilanjutkan Tahun Depan

Usai meninjau jembatan, rombongan Wagub Aceh melanjutkan kunjungan ke Dusun Keude, Gampong Krueng Simpo, untuk melihat pembangunan bronjong penahan erosi tebing sungai.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Aceh melalui APBA mengalokasikan penanganan fisik tanggul sepanjang 400 meter. Namun, pekerjaan tersebut belum mencakup seluruh titik rawan erosi yang membutuhkan penanganan.

Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya mengusulkan penanganan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat Gampong Rantau Panyang yang berada di sisi timur sungai.

Menanggapi kondisi tersebut, Dek Fad menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen melanjutkan pembangunan tanggul hingga seluruh titik rawan dapat ditangani.

“Pemerintah Aceh berkomitmen menyelesaikan sisa pembangunan tanggul penahan erosi di Krueng Simpo maupun Rantau Panyang pada tahun depan,” tegasnya di hadapan perangkat gampong dan pejabat daerah.

Jalan Alternatif Putus Segera Ditangani

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Aceh juga menerima laporan terkait putusnya jalan alternatif Matang Geulumpang Dua yang menghubungkan jalur nasional Bireuen-Takengon akibat bencana banjir.

Fadhullah memastikan Pemerintah Aceh segera mengambil langkah penanganan terhadap ruas jalan tersebut yang merupakan kewenangan provinsi.

“Ruas tersebut merupakan kewenangan Provinsi Aceh. Hari ini tim dari Dinas Pengairan dan Dinas PUPR Aceh sudah turun ke lapangan. Titik-titik yang belum tersentuh maupun yang terkena bencana susulan akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *