Lestarikan Mangrove, Kelompok Tani Paluh Pasir Bersatu Terima Hibah 28 Ekor Kambing dari M4CR

  • Whatsapp

Jurnalis : Sutrisno

LANGKAT, BEDAHNEWS.com — Komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hutan mangrove di kawasan pesisir Paluh Pasir, Dusun II, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendapat apresiasi dari program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).

Muat Lebih

Apresiasi tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Paluh Pasir Bersatu dalam bentuk hibah 28 ekor kambing lengkap dengan kandangnya. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat sekaligus mendorong upaya pelestarian mangrove di kawasan pesisir.

Kelompok Tani Paluh Pasir Bersatu dinilai memiliki komitmen dalam menanam, merawat, dan menjaga keberadaan mangrove di sekitar pesisir Paluh Pasir. Program pemberdayaan tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pemanfaatan kayu bakau sebagai sumber penghasilan.

Dengan adanya bantuan ternak, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha peternakan sebagai sumber ekonomi baru sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Anggota Kelompok Tani Paluh Pasir Bersatu, Candra, mengatakan hibah kambing tersebut sangat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian anggota kelompok dan masyarakat sekitar.

“Dengan diberikan hibah kambing ini, sangat bermanfaat untuk menambah ekonomi masyarakat, khususnya anggota kelompok tani,” kata Candra, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota kelompok dan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan mangrove.

“Tetaplah lestarikan mangrove, karena dengan melestarikan mangrove secara langsung kita menjaga ekosistem laut. Udang, ikan, kepiting, dan lokan akan tetap dapat kita nikmati di Paluh Pasir ini,” ujarnya.

Ia berharap program pemberdayaan seperti hibah ternak tersebut dapat terus dikembangkan sehingga masyarakat memiliki pilihan usaha yang mampu meningkatkan pendapatan tanpa harus merusak kawasan mangrove.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Paluh Pasir Bersatu, Edi, menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan hutan mangrove.

“Semakin banyak pihak yang ikut melestarikan hutan mangrove, diharapkan ke depannya mangrove tetap terjaga kelestariannya,” tegas Edi.

Menurutnya, pelestarian mangrove tidak hanya berkaitan dengan menjaga lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan sumber daya pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Paluh Pasir.

Melalui kolaborasi antara masyarakat dan program M4CR, pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya rehabilitasi dan perlindungan mangrove, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *