Bupati Bireuen Letakkan Batu Pertama, 34 Rumah Layak Huni Dibangun di 17 Kecamatan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen terus memperkuat komitmen menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di tiga lokasi berbeda, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Muat Lebih

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, masing-masing di Gampong Matang Kulee, Kecamatan Plimbang, untuk rumah milik Nazaruddin; Gampong Lhok Kulam, Kecamatan Jeunieb, untuk rumah milik Nurmawati; serta Gampong Pineung Siribee, Kecamatan Samalanga, untuk rumah milik M. Azhar.

Turut hadir Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir. Fadli Abdullah, ST, M.Si.M, Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen, para camat, keuchik, serta perangkat gampong setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa Pemkab Bireuen akan terus memperluas jangkauan program bantuan perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menjelaskan, melalui alokasi APBK Murni Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 34 unit rumah yang tersebar di 17 kecamatan.

Selain itu, Pemkab Bireuen juga telah menyiapkan tambahan anggaran melalui APBK Perubahan Tahun 2026 untuk pembangunan 34 unit rumah lainnya.

“Selain alokasi awal ini, kita juga akan membangun 34 unit rumah bantuan tambahan yang dibiayai melalui APBK Perubahan tahun 2026,” ujar Mukhlis di sela-sela kegiatan.

Mukhlis berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target. Ia juga berpesan kepada para penerima manfaat agar menjaga serta merawat rumah bantuan yang telah diberikan pemerintah.

Menurutnya, peningkatan jumlah bantuan rumah setiap tahun masih perlu diikuti dengan upaya pemetaan dan penanganan terhadap warga yang hingga kini masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.

Di lapangan, kata Mukhlis, masih ditemukan masyarakat yang menempati rumah berdinding seng yang panas, dinding papan yang lapuk dan berlubang akibat dimakan rayap, hingga rumah dengan lantai tanah.

“Sudah sepatutnya kondisi seperti ini tidak lagi ada di Kabupaten Bireuen. Upaya menghadirkan rumah layak huni akan tetap menjadi salah satu prioritas utama yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Selain sektor perumahan, Pemkab Bireuen juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di tingkat gampong. Pembangunan tersebut meliputi perbaikan drainase lingkungan, jalan lingkungan, jalan rabat beton hingga pengaspalan jalan.

Mukhlis menyebutkan, peningkatan kualitas infrastruktur permukiman dan kawasan perkotaan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan Kabupaten Bireuen yang semakin nyaman, tertata, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

Dengan pembangunan rumah layak huni serta peningkatan infrastruktur pendukung, Pemkab Bireuen berharap kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, dapat terus meningkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *