Jurnalis: Zubir
JAKARTA, BEDAHNEWS.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan Daud (HRD), menyatakan dukungan terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto memperkuat konektivitas antardesa melalui pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa.
Menurut HRD, pembangunan jembatan di wilayah perdesaan merupakan bagian penting dari pemenuhan infrastruktur dasar dan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Pernyataan tersebut disampaikan HRD usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ruslan menilai keberadaan jembatan sangat vital untuk menunjang aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pelosok yang selama ini harus menghadapi keterbatasan infrastruktur untuk menuju sekolah.
“Kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” ujar HRD, yang juga merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 2.
Ketua DPW PKB Aceh itu mengatakan, berbagai pembangunan strategis yang didorong pemerintahan Presiden Prabowo merupakan langkah penting dalam mewujudkan Indonesia yang modern, maju, dan makmur.
Namun, HRD mengingatkan agar pembangunan berskala besar tetap diiringi dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di daerah. Menurutnya, kemajuan pembangunan nasional harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.
Sebelumnya, dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah memperkuat konektivitas antardesa dengan menargetkan pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa rampung pada akhir 2026.
Program tersebut, kata Prabowo, ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan mobilitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang masih menghadapi kondisi sulit ketika harus menyeberangi sungai atau menempuh perjalanan panjang akibat belum tersedianya jembatan.
“Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa. Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah,” tegas Prabowo.
HRD menilai target tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di wilayah perdesaan dan daerah terpencil.
Ia berharap pembangunan ribuan jembatan desa tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian, pendidikan, pelayanan publik, serta kualitas hidup masyarakat.











