Diklat TMI Aceh–Sumut Ditutup, Kader Bireuen Siap Jadi Penggerak Kemajuan Pertanian

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

MEDAN, BEDAHNEWS.com – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan IV Regional Aceh–Sumatera Utara resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari dua malam di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, Selasa (28/7/2026).

Muat Lebih

Penutupan Diklat tersebut menjadi tonggak lahirnya kader-kader Tani Merdeka Indonesia yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian di daerah masing-masing. Bagi delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, kegiatan ini menjadi bekal penting untuk memperkuat peran organisasi dalam mendampingi dan memberdayakan petani.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam amanatnya menegaskan bahwa sudah saatnya stigma terhadap profesi petani diubah. Menurutnya, petani merupakan profesi yang sangat mulia karena menjadi penopang utama ketahanan pangan bangsa.

“Petani sering kali dianggap sebagai profesi yang rendahan, padahal kita semua tahu bahwa profesi seorang petani adalah profesi yang sangat mulia,” tegas Don Muzakir di hadapan seluruh peserta.

Ia menambahkan, tanpa kerja keras para petani, kebutuhan pangan masyarakat tidak akan terpenuhi. Karena itu, petani harus mendapatkan perhatian, penghargaan, dan dukungan nyata dari seluruh elemen bangsa.

Wakil Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, Muhammad Ali, mengaku banyak memperoleh pengalaman dan pembelajaran berharga selama mengikuti Diklat.

“Kesempatan dan pengalaman yang kami peroleh selama Diklat menjadi bekal penting ketika kembali ke Bireuen. Pengalaman ini membentuk kami menjadi lebih disiplin dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian ke depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan delegasi DPD TMI Bireuen lainnya, Muhammad Fadhil. Menurutnya, pelaksanaan Diklat merupakan bukti nyata keseriusan organisasi dalam mencetak kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus memahami persoalan riil yang dihadapi petani.

“Melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan, akan lahir pemimpin-pemimpin muda yang memahami persoalan di lapangan dan mampu menghadirkan solusi konkret bagi petani,” ungkap Fadhil.

Sementara itu, Wan Adriansyah Kurniawan (Wan A.K.) menilai seluruh materi yang diberikan selama Diklat semakin menguatkan keyakinannya bahwa kemajuan bangsa berawal dari sektor pertanian yang mandiri dan petani yang sejahtera.

Usai mengikuti Diklat, delegasi DPD TMI Bireuen berkomitmen mengimplementasikan ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh untuk memperkuat program pemberdayaan petani di Kabupaten Bireuen.

Menanggapi suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut, Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, Asnawi, S.P., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian Diklat dengan penuh semangat.

“Harapan kami, seluruh peserta yang telah mengikuti Diklat dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi petani agar semakin mandiri, produktif, dan sejahtera,” kata Asnawi.

Ia menegaskan, DPD Tani Merdeka Indonesia Bireuen siap terus bersinergi dengan pemerintah, pemangku kepentingan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperjuangkan kemajuan sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *