Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mendampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam agenda silaturahmi ke kediaman dua ulama kharismatik Aceh, Waled Nu dan Abu Mudi, di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Menteri ATR/BPN di Aceh. Kehadiran Nusron Wahid bersama rombongan disambut hangat oleh Bupati Bireuen, para pimpinan dayah, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bireuen Anny Setiawati, A.Ptnh., M.M., Kepala Dinas Pertanahan Bireuen Mursyidi, S.H., M.M., Kepala Dinas PUPR Bireuen Ir. Fadhli Amir, S.T., M.T., ASEAN Eng., serta Camat Samalanga.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan. Dialog yang terjalin mencerminkan eratnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para ulama dalam membangun komunikasi serta memperkuat kebersamaan demi kemaslahatan masyarakat.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri ATR/BPN ke Kabupaten Bireuen. Menurutnya, silaturahmi dengan ulama memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan tokoh agama.
“Silaturahmi seperti ini sangat penting karena ulama merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana yang damai dan kondusif di tengah masyarakat,” ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, selain mempererat ukhuwah Islamiyah, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Mukhlis berharap kehadiran jajaran Kementerian ATR/BPN di Kabupaten Bireuen dapat memperluas ruang komunikasi terkait berbagai agenda strategis, seperti penataan dan pengelolaan tata ruang, peningkatan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat, serta dukungan penyediaan lahan dan regulasi pertanahan bagi pengembangan fasilitas keagamaan dan pendidikan pesantren.
Menurutnya, hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara pemerintah dan para ulama harus terus dipelihara sebagai modal penting dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bireuen.








