Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan sebanyak 540 batang bibit unggul Jeruk Bali varietas Giri Matang kepada penyintas banjir di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, khususnya warga yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan.
Penanaman bibit secara simbolis dilakukan di kompleks Dayah Raudhatul Ma’aarif, Gampong Pante Lhong, Senin pagi (7/9/2026).
Sekretaris Daerah Bireuen, Ismunandar, yang hadir mewakili Bupati Bireuen Mukhlis, menyampaikan apresiasi kepada relawan dan pengurus MDMC DIY yang telah memberikan perhatian terhadap pemulihan masyarakat terdampak banjir.
“Pemkab Bireuen sangat menyambut terbuka dan berharap pengurus Muhammadiyah tingkat wilayah maupun pusat dapat terus menghadirkan program pemberdayaan serta bantuan lanjutan di Bireuen,” ujar Ismunandar.
Koordinator Program Rehab-Rekon MDMC DIY, Risky Ramadhan, mengatakan pengembangan kembali komoditas Jeruk Bali Giri Matang dipilih karena memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan bibit, tetapi juga diarahkan untuk membantu warga kembali produktif setelah terdampak bencana.
“Petani kami bekali cangkul, alat penyemprot (sprayer), dan peralatan pendukung lainnya,” kata Risky kepada Bedahnews.com di lokasi.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi warga sekaligus menjaga keberadaan Jeruk Bali Giri Matang sebagai komoditas lokal yang menjadi bagian dari potensi unggulan Gampong Pante Lhong.
Keuchik Pante Lhong, Murizal, menyambut baik program tersebut. Ia mengatakan bantuan pemulihan ekonomi sangat dinantikan masyarakat karena banjir turut merusak sektor non-sawah yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga.
Murizal berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut melalui program stimulan, rehabilitasi, dan rekonstruksi dari pemerintah maupun lembaga pendamping.
“Agar masyarakat dapat bangkit, tidak mengalami krisis pangan, serta mampu mencapai kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, mengapresiasi MDMC DIY yang telah melakukan pendampingan selama tiga bulan di wilayah terdampak bencana.
Mulyadi mengatakan, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penyelamatan sekitar 7.000 hektare lahan persawahan yang terdampak bencana untuk menjaga keberlanjutan produksi gabah di Kabupaten Bireuen.
Selain sektor persawahan, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan bagi sektor perkebunan, termasuk melalui penyaluran bibit tanaman produktif.
“Pada November 2026 mendatang, kami akan menyalurkan sekitar 2.000 bibit Jeruk Pamelo yang diprioritaskan untuk Gampong Pante Lhong dan desa-desa sekitarnya,” kata Mulyadi.
Program bantuan bibit dan pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemulihan ekonomi masyarakat Pante Lhong, sekaligus memperkuat kembali sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber penghidupan warga pascabencana.











