ACEH TAMIANG, BEDAHNEWS.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memastikan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang telah siap sepenuhnya. Kepastian itu disampaikan saat meninjau lokasi pembangunan huntap di kawasan PTPN, Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Kamis (23/7/2026).
Nusron mengatakan, lahan seluas 179 hektare yang disiapkan untuk pembangunan hunian tetap telah berstatus siap digunakan. Dengan demikian, proses pembangunan rumah bagi warga terdampak dapat segera dipercepat.
Pembangunan hunian tetap tersebut diproyeksikan mampu menampung 4.159 kepala keluarga yang menjadi korban banjir besar pada akhir November 2025. Selama ini, ribuan warga masih menempati hunian sementara sambil menunggu pembangunan rumah permanen.
Pemerintah menargetkan sekitar 50 persen dari total kebutuhan rumah dapat diselesaikan pada tahun 2026 sehingga sebagian warga sudah bisa dipindahkan dari hunian sementara ke hunian tetap. Sementara penyelesaian seluruh pembangunan ditargetkan rampung pada 2027.
Untuk mendukung pemerataan dan memudahkan akses masyarakat, pembangunan hunian tetap akan dilakukan di sembilan lokasi yang telah disesuaikan dengan sebaran wilayah terdampak. Penempatan warga juga dirancang agar tetap dekat dengan sumber mata pencaharian dan aktivitas ekonomi mereka.
Selain meninjau progres pembangunan hunian tetap, Menteri Nusron turut menyerahkan sertifikat tanah wakaf Masjid Salman Al Farisi serta sertifikat rumah bantuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Penyerahan sertifikat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum terhadap aset keagamaan dan hak kepemilikan masyarakat, sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pemerintah berharap pembangunan hunian tetap yang dilakukan secara bertahap dapat menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan bagi ribuan keluarga korban banjir, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.








