Kesbangpol Bireuen Gelar Apel Kebangsaan Indonesia Damai 2026, Warga Diimbau Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Apel Kebangsaan Indonesia Damai 2026 di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat (4/9/2026) pagi.

Muat Lebih

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 330 peserta dari berbagai unsur, mulai dari jajaran TNI dan Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan partai politik dan organisasi kemasyarakatan.

Apel diawali dengan pembacaan Deklarasi Damai oleh Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bireuen, Abdul Halim. Deklarasi tersebut kemudian ditandatangani oleh Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Sekda Bireuen Ismunandar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bireuen.

Mewakili Bupati Bireuen Mukhlis, Sekda Bireuen Ismunandar menegaskan bahwa Apel Kebangsaan Indonesia Damai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

“Perbedaan suku, agama, ras, dan pandangan bukanlah alasan untuk terpecah belah. Perbedaan adalah kekuatan kita sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Ismunandar saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bireuen.

Dalam sambutannya, Ismunandar menyampaikan tiga hal penting yang perlu diterapkan masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan keharmonisan daerah.

Pertama, menghindari berbagai bentuk perpecahan, termasuk penyebaran berita bohong atau hoaks serta kebencian antarsesama. Kedua, menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, memberikan kontribusi nyata melalui karya terbaik sesuai bidang masing-masing.

“Masa depan Bireuen dan Indonesia yang damai berada di tangan kita sendiri,” kata Ismunandar.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Bireuen Mukhtaruddin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi sosial sekaligus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Menurutnya, apel kebangsaan juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman sosial yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kamtibmas, menolak intoleransi, radikalisme, serta provokasi dan berita hoaks demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Mukhtaruddin.

Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRK Bireuen Juniadi, Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, Danyonif 113/JS, Ketua MPU Bireuen, Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen, para camat dan keuchik, serta perwakilan partai politik dan organisasi kemasyarakatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *