Wabup Bireuen Tinjau Produksi Garam Rakyat di Peulimbang, Siap Dorong Jadi Ikon Ekonomi Pesisir

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., meninjau langsung usaha produksi garam rakyat Nasrida Garam di Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri garam lokal yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Muat Lebih

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Bappeda Bireuen Dailami, S.Hut., M.Ling., Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Bireuen Ir. M. Jafar, M.M., PIC Pergaraman Bireuen Siti Fatimah, serta sejumlah pejabat terkait.

Usaha yang dirintis sejak 2019 itu merupakan milik Nasir (61), warga setempat yang berhasil mengembangkan produksi garam rakyat berbasis potensi lokal. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, usaha tersebut juga mampu menyerap sekitar 10 tenaga kerja lokal sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.

Nasir menjelaskan, proses produksi garam dilakukan melalui sistem penguapan air laut menggunakan tunnel atau bak penampung. Saat ini, pihaknya telah memiliki 15 tunnel berukuran 6 x 30 meter. Air laut dialirkan secara bertahap ke setiap bak dan dijemur di bawah sinar matahari selama sekitar 15 hari hingga menghasilkan kristal garam berkualitas.

“Pemindahan air laut dilakukan secara bertahap agar garam yang dihasilkan lebih bersih dan memiliki kualitas yang baik. Setelah mengkristal, garam digiling menggunakan mesin atau dimasak sebelum dipasarkan,” ujar Nasir.

Dalam sebulan, Nasrida Garam mampu memproduksi sekitar 13 ton garam. Namun, jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal Bireuen yang mencapai sekitar 30 ton per bulan. Untuk menutupi kekurangan pasokan sekitar 17 ton, pihaknya masih harus mendatangkan garam dari Medan.

Adapun harga jual garam di tingkat agen bervariasi, yakni garam kasar Rp4.000 per kilogram, garam untuk kebutuhan es krim dan ikan asin Rp5.500 per kilogram, serta garam konsumsi Rp6.000 per kilogram. Produk Nasrida Garam kini telah dipasarkan melalui para agen ke sejumlah wilayah, mulai dari pasar-pasar di Bireuen hingga Banda Aceh.

Di balik perkembangan usahanya, Nasir berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat memberikan dukungan, terutama dalam memfasilitasi proses perizinan usaha yang dinilai masih cukup berat bagi pelaku UMKM.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bireuen Razuardi menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mendorong pengembangan industri garam rakyat karena memiliki prospek yang menjanjikan. Menurutnya, tingginya kebutuhan garam di Bireuen menjadi peluang besar untuk meningkatkan produksi lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kita, usaha garam rakyat seperti ini dapat berkembang di 11 kecamatan pesisir Bireuen dan menjadi salah satu ikon ekonomi daerah. Ke depan, produk garam ini juga harus memiliki kemasan yang lebih menarik serta merek resmi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Razuardi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *