Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bireuen menggelar bakti sosial berupa sunat massal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Puskesmas Juli I, Kecamatan Juli, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Bakti sosial tersebut terselenggara atas kerja sama PWRI Bireuen dengan Puskesmas Juli I. Kegiatan turut dihadiri Camat Juli Hendri Maulana, S.IP., M.SM., Kepala Puskesmas Juli I dr. Togu Siburian, serta unsur masyarakat setempat.
Ketua PWRI Bireuen, Raden Yus Rusmadi, didampingi dr. Amir Addani, M.Kes., mengatakan kegiatan sosial merupakan agenda rutin organisasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat setelah memasuki masa purnatugas.
“PWRI tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para pensiunan, tetapi juga terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Khitanan massal ini kami laksanakan untuk membantu keluarga kurang mampu, apalagi bertepatan dengan masa libur sekolah sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar anak-anak,” ujar Raden Yus Rusmadi.
Sebanyak 15 anak mengikuti sunat massal tersebut. Mayoritas peserta berasal dari Gampong Balee Panah dan sejumlah desa di sekitarnya, termasuk Dusun Kubang Hitam yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses akibat putusnya jembatan gantung yang diterjang banjir besar pada November 2025.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih mengandalkan perahu penyeberangan untuk beraktivitas melintasi Krueng Peusangan.
Kepala Puskesmas Juli I, dr. Togu Siburian, mengapresiasi inisiatif PWRI Bireuen yang dinilai sangat membantu masyarakat. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pihak puskesmas menyiapkan tiga meja tindakan yang dilayani tenaga medis berpengalaman.
Selain mendapatkan layanan sunat secara gratis, seluruh peserta juga menerima bingkisan berupa kain sarung serta santunan uang transportasi. Selanjutnya, peserta akan menjalani pemeriksaan dan kontrol lanjutan di Puskesmas Juli I hingga proses penyembuhan selesai.
Raden Yus berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial para pensiunan kepada masyarakat.
“Kami ingin terus berkontribusi dan berbagi manfaat kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus memberikan manfaat bagi anak-anak yang mengikuti khitanan massal,” pungkasnya.








