Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bireuen, Rabu (8/7/2026). Program ini menjadi KKN perdana UIN Sunan Kalijaga di Kabupaten Bireuen sekaligus yang pertama di Provinsi Aceh.
Kedatangan para mahasiswa disambut Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., di Pendopo Bupati. Turut hadir Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi, S.H., M.M., Asisten II Mawardi, S.STP., M.Si., Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev., Camat Peusangan Selatan Juliadi, S.E., serta Lektor Kepala UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Feri Julianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis mengingatkan para mahasiswa bahwa pelaksanaan KKN merupakan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.
“Di lapangan nanti, adik-adik akan menemukan banyak hal yang berbeda dengan teori yang dipelajari di kampus. Karena itu, bangunlah komunikasi yang baik dengan masyarakat dan berikan kontribusi yang benar-benar bermanfaat selama menjalankan KKN,” ujar Mukhlis.
Ia berharap keberadaan mahasiswa mampu menghadirkan program yang memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para peserta KKN.
Sementara itu, Lektor Kepala UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Feri Julianto, menjelaskan sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai program studi akan melaksanakan KKN selama 40 hari. Mereka ditempatkan di dua gampong, yakni Gampong Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, dan Gampong Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan.
Menurut Feri, KKN tahun ini mengusung tema “Pemulihan Ekonomi Pascabencana”, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat Bireuen yang terdampak banjir.
“Kami berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang dimiliki melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu warga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bireuen,” katanya.
Feri menambahkan, dipilihnya Bireuen sebagai lokasi KKN pertama di Aceh merupakan awal dari kerja sama yang lebih luas antara UIN Sunan Kalijaga dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, pihak kampus telah merancang program pengabdian yang bersifat berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Dalam perencanaan kami, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen melaksanakan program KKN di Kabupaten Bireuen secara berkelanjutan selama tiga hingga lima tahun ke depan. Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.








