Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Tingginya kebutuhan transfusi darah bagi pasien yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bireuen membuat persediaan darah di Unit Pengelolaan Darah (UPD) RSUD dr Fauziah Bireuen semakin menipis. Bahkan, per Jumat (5/6/2026) pagi, stok darah golongan AB dilaporkan habis.
Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya permintaan darah untuk berbagai kebutuhan medis, mulai dari pasien talasemia, cuci darah, hingga pasien yang membutuhkan transfusi akibat penyakit tertentu maupun kondisi darurat.
Dalam beberapa hari terakhir, permohonan donor darah dari keluarga pasien juga marak beredar melalui media sosial dan grup WhatsApp. Donor dibutuhkan untuk berbagai golongan darah, yakni A, B, O, dan AB.
Pantauan di UPD RSUD dr Fauziah menunjukkan tingginya solidaritas masyarakat. Sejumlah warga dan keluarga pasien datang secara sukarela untuk mendonorkan darah mereka. Bahkan, petugas Ruang Hemodialisa RSUD dr Fauziah turut melakukan donor darah pada Jumat pagi guna membantu memenuhi kebutuhan pasien yang sedang menjalani cuci darah.
Penanggung Jawab UPD RSUD dr Fauziah Bireuen, Wardati, SKM., MKM., membenarkan bahwa stok darah saat ini berada dalam kondisi terbatas.
“Hingga pagi ini, stok darah golongan A tersisa 15 kantong, golongan B sebanyak 6 kantong, golongan O sebanyak 22 kantong, sedangkan golongan AB kosong,” ujar Wardati.
Menurutnya, jumlah tersebut dapat berubah sewaktu-waktu karena darah yang tersedia terus disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.
“Stok yang ada dipastikan akan terus berkurang karena langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan transfusi pasien,” katanya.
Wardati menjelaskan, kebutuhan darah harian di RSUD dr Fauziah tergolong tinggi. Pasien talasemia saja membutuhkan sekitar 20 kantong darah per hari, kecuali pada akhir pekan. Sementara pasien hemodialisa atau cuci darah memerlukan sekitar 5 hingga 10 kantong darah setiap hari, dengan kebutuhan yang biasanya meningkat pada hari Sabtu.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah, pihak UPD terus menjalin komunikasi dengan berbagai instansi, organisasi, dan komunitas guna mendorong pelaksanaan donor darah massal secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., mengatakan pihak rumah sakit terus berupaya menjaga ketersediaan darah melalui kerja sama dengan PMI Cabang Bireuen serta berbagai lembaga, organisasi, dan pemerintah gampong.
Namun demikian, ia menilai kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela masih perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, kebutuhan transfusi darah tidak hanya untuk kondisi darurat seperti kecelakaan atau pendarahan hebat, tetapi juga untuk pasien penyakit kronis yang memerlukan transfusi secara rutin.
Dr. Minar juga menekankan pentingnya partisipasi keluarga pasien dalam memenuhi kebutuhan darah.
“Jika pasien merupakan warga Bireuen dan memiliki keluarga besar di daerah ini, tentu kami sangat berharap ada anggota keluarga yang bersedia mendonorkan darah. Saat ini masih banyak yang berharap pada donor dari orang lain. Padahal, kesadaran keluarga untuk ikut mendonor sangat dibutuhkan agar kebutuhan darah pasien dapat terpenuhi,” ujarnya.
Pihak rumah sakit berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor sukarela guna membantu menjaga ketersediaan stok darah dan menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi setiap hari.








