Meugang Pertama Idul Adha di Bireuen, Harga Daging Tembus Rp190 Ribu per Kilogram

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Tradisi meugang menjelang Hari Raya Idul Adha kembali menggeliat di Kabupaten Bireuen. Sejak Senin (25/5/2026) pagi, kawasan Jalan Eks Rel Kereta Api, Gampong Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, dipadati lapak pedagang daging musiman dan warga yang mulai berburu daging segar untuk kebutuhan lebaran.

Muat Lebih

Pada meugang pertama atau meugang kecil tahun ini, harga daging sapi segar di pasaran terpantau berada di kisaran Rp180 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Meugang Musiman Bireuen, Yusuf Ahmad, mengatakan jumlah pedagang yang berjualan relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Namun, suasana pasar pada hari pertama meugang masih belum terlalu ramai oleh pembeli.

“Harga daging hari ini rata-rata dijual Rp180 ribu sampai Rp190 ribu per kilogram. Jumlah pedagang stabil, hanya saja daya beli masyarakat pagi ini belum terlalu ramai,” ujar Yusuf Ahmad saat ditemui di lokasi pasar musiman.

Pantauan di lapangan, para pedagang mulai membuka lapak sejak subuh. Warga tampak silih berganti mendatangi lokasi untuk membeli daging dan berbagai bagian sapi lainnya sebagai menu khas meugang bersama keluarga.

Salah seorang pedagang daging musiman, Muslem (50) atau akrab disapa Cut Lem, warga Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, terlihat sibuk melayani pembeli di lapaknya. Pada meugang pertama ini, ia mengaku menyembelih satu ekor Sapi Aceh untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Meugang pertama hari ini saya sembelih satu ekor lembu. Modalnya sekitar Rp29 juta dengan perkiraan hasil daging bersih sekitar 170 kilogram,” kata Cut Lem.

Ia menjelaskan, besarnya modal membuat harga jual daging harus disesuaikan agar tetap menutupi biaya operasional dan pembelian sapi.

Di lapaknya, daging segar dijual Rp180 ribu per kilogram. Sementara harga jeroan dan bagian sapi lainnya bervariasi, seperti hati dan paru-paru Rp150 ribu per kilogram, tulang ekor Rp130 ribu per kilogram, tulang iga Rp120 ribu per kilogram, serta jantung dan limpa masing-masing Rp100 ribu per kilogram.

Adapun babat atau paweu serta tetelan dijual Rp50 ribu per kilogram, sedangkan kepala sapi utuh dibanderol Rp600 ribu.

Para pedagang memperkirakan puncak keramaian pembeli akan terjadi pada meugang kedua atau meugang utama yang berlangsung Selasa (26/5/2026), sehari menjelang Idul Adha. Tradisi meugang sendiri menjadi salah satu budaya khas masyarakat Aceh yang selalu dinanti setiap menyambut hari besar keagamaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *