Antisipasi Macet Idul Adha, Polres Bireuen Terapkan Rekayasa Arus di Jembatan Kutablang

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen akan memberlakukan rekayasa lalu lintas mulai Selasa (26/5/2026) guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan panjang di ruas jalan nasional menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Muat Lebih

Dalam skema tersebut, kendaraan roda empat dari arah Banda Aceh menuju Medan yang biasanya melintasi Jembatan Bailey Kutablang akan dialihkan ke jalur alternatif melalui Jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan.

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution mengatakan, rekayasa lalu lintas itu merupakan hasil koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Tujuannya untuk mengurangi antrean panjang yang selama ini hampir setiap hari terjadi di kawasan Jembatan Kutablang,” ujar AKP Irwansyah kepada BEDAHNEWS.com, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, pola pengalihan arus kali ini berbeda dibandingkan saat arus mudik Idul Fitri lalu. Jika sebelumnya kendaraan dari arah Medan yang dialihkan, kini kendaraan dari arah Banda Aceh menuju Medan yang diwajibkan menggunakan jalur alternatif.

Dalam penerapannya, kendaraan roda empat dari arah Banda Aceh menuju Medan akan diberlakukan sistem satu arah (one way) melalui jalur Awe Geutah–Teupin Reudeup.

Sementara kendaraan dari arah Medan menuju Banda Aceh masih diperbolehkan melintasi Jembatan Bailey Kutablang, namun pengendara juga dapat memilih jalur alternatif apabila diperlukan.

Untuk kendaraan truk dan angkutan berat, tetap diperbolehkan melintas di Jembatan Bailey Kutablang dengan sistem buka-tutup yang disesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan. Sedangkan kendaraan roda dua tetap dapat melintasi jembatan tersebut dari kedua arah tanpa pengalihan.

“Personel akan disiagakan di sejumlah titik krusial, mulai dari simpang lampu merah Peusangan hingga persimpangan keluar di Kutablang untuk mengatur arus kendaraan,” jelasnya.

Menurut AKP Irwansyah, rekayasa lalu lintas ini direncanakan berlangsung selama satu pekan ke depan. Apabila dinilai efektif mengurai kepadatan kendaraan, masa pemberlakuannya akan diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia juga mengimbau para pengendara agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur alternatif, terutama di kawasan Teupin Reudeup yang masih terdapat sejumlah titik jalan bergelombang dan belum teraspal sempurna.

“Pengendara diharapkan mematuhi arahan petugas demi keselamatan dan kelancaran bersama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *