Jelang Idul Adha, Pemkab Bireuen Segera Cairkan Kenaikan Honor Imum Syiek, Bilal dan Muazin

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen membawa kabar menggembirakan bagi para pengurus masjid. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemkab Bireuen memastikan kenaikan honorarium bagi Imum Syiek, Bilal dan Muazin di 190 masjid besar tingkat kecamatan serta kemukiman segera dicairkan.

Muat Lebih

Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung syiar Islam sekaligus meningkatkan kesejahteraan perangkat masjid di Kabupaten Bireuen.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Munawar Ibrahim SKM MKes, mengatakan total anggaran honorarium tahun 2026 mencapai Rp4.674.000.000 atau meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp2.546.000.000.

“Penambahan anggaran ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemkab Bireuen terhadap Imum Syiek dan perangkat masjid agar pelaksanaan syiar Islam di tengah masyarakat dapat berjalan lebih baik dan khidmat,” ujar Munawar kepada BEDAHNEWS.com, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, tambahan anggaran tahun ini mencapai Rp2.128.000.000 dibandingkan alokasi pada tahun 2025. Honorarium yang telah disesuaikan itu dipastikan segera ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima sebelum Idul Adha.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bireuen Nomor 400.8/56/Tahun 2025, honorarium tahun lalu ditetapkan sebesar Rp500 ribu per bulan untuk Imum Syiek, Rp350 ribu per bulan bagi Bilal, dan Rp300 ribu per bulan untuk Muazin.

Sementara melalui SK Bupati Bireuen Nomor 400.8/133/Tahun 2026, besaran honorarium mengalami kenaikan signifikan. Honor Imum Syiek naik menjadi Rp900 ribu per bulan, Bilal menjadi Rp600 ribu per bulan, dan Muazin menjadi Rp550 ribu per bulan.

Selain terkait peningkatan kesejahteraan perangkat masjid, Munawar juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat kecamatan tahun 2026 direncanakan dipercepat ke akhir Juni atau awal Juli mendatang.

Menurutnya, percepatan jadwal dilakukan untuk memaksimalkan proses penjaringan qari dan qariah terbaik secara berjenjang mulai dari tingkat kemukiman, kecamatan hingga kabupaten.

“Dengan seleksi lebih awal, pembinaan peserta dapat dilakukan lebih maksimal sehingga persiapan menuju MTQ tingkat Provinsi Aceh di Blang Pidie tahun 2027 bisa lebih matang,” jelasnya.

Munawar menambahkan, Bireuen menargetkan peningkatan prestasi pada ajang MTQ Provinsi Aceh mendatang. Setelah sebelumnya berada di peringkat sembilan, kafilah Bireuen optimistis mampu menembus posisi lima besar pada MTQ Aceh di Blang Pidie.

“Target kita jelas, ingin memperbaiki peringkat dan membawa nama Bireuen masuk lima besar di tingkat provinsi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *