Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bireuen mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen segera melahirkan langkah strategis untuk memulihkan dan mendongkrak perekonomian masyarakat pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.
Desakan tersebut muncul menyusul kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin terpuruk akibat hilangnya mata pencaharian, menurunnya daya beli, hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli PKB Bireuen, Zulfikar Muhammad, dalam kegiatan silaturahmi dan coffee morning bersama Wakil Ketua DPRK Bireuen Surya Dharma SH, anggota DPRK Abi Nanda, serta pengurus DPW PKB Aceh Abdul Gani Isa di Kompleks Meuligoe Residen, Gampong Cot Gapu, Kamis (21/5/2026).
Menanggapi pertanyaan Ketua PWI Bireuen, Ariadi B Jangka, terkait melemahnya daya beli masyarakat, Zulfikar menegaskan bahwa pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap peningkatan keterampilan atau life skill generasi muda, khususnya di sektor ekonomi digital.
“Pemerintah harus memperhatikan sektor media digital bagi anak muda. Ini penting agar bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran dan produktif,” ujar Zulfikar.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro saat ini adalah persoalan legalitas usaha. Karena itu, ia meminta Pemkab Bireuen mempermudah proses pengurusan izin usaha bagi pelaku UMKM, terutama anak muda yang memasarkan produk secara daring.
“Minimal Pemkab memberikan kemudahan izin usaha bagi produk yang dijual anak muda lewat online. Mereka sering kali tidak meminta modal, tetapi terbayang-bayang ancaman hukum karena masalah izin,” katanya.
Ia menilai kemudahan pengurusan sertifikasi halal, izin BPOM, dan berbagai legalitas lainnya akan membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan memperluas pemasaran hingga ke jaringan supermarket.
Selain sektor UMKM, PKB juga mendorong pemerintah daerah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir, mulai dari areal persawahan, fasilitas irigasi, hingga pengadaan kembali alat tangkap nelayan yang hilang diterjang bencana.
Dalam aspek permodalan, Zulfikar menyarankan Pemkab Bireuen memanfaatkan posisi strategis sebagai pemegang saham di Bank Aceh Syariah untuk membuka akses pembiayaan bagi pedagang dan pelaku usaha yang terdampak banjir.
“Kita mengharapkan tim ekonomi Pemkab Bireuen duduk bersama, baik dengan tim PKB, masyarakat, hingga unsur wartawan. Kita bahas langkah strategis pascabencana dan menghadapi tantangan ekonomi global seperti kenaikan dolar. Masalah ini harus kita hadapi bersama,” pungkasnya.








