Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – SMA Negeri 2 Bireuen meluncurkan program unggulan penguatan bahasa asing bagi siswa baru tahun ajaran 2026. Selain mengikuti kurikulum nasional berbasis teknologi seperti coding dan Artificial Intelligence (AI), siswa juga akan dibekali kemampuan bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin sebagai persiapan menghadapi persaingan global.
Kepala SMAN 2 Bireuen, Hasan Basri, mengatakan program tersebut dirancang untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja internasional.
“Bagi anak-anak yang memiliki talenta lebih, akan kami tempatkan di ruangan khusus dengan penguatan pembelajaran bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin,” ujar Hasan Basri kepada BEDAHNEWS.com, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sekolah saat ini masih mematangkan konsep pembelajaran bahasa Mandarin, termasuk pembahasan terkait tenaga pengajar dan alokasi anggaran yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Menurut Hasan, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga saat ini, SMAN 2 Bireuen telah menerima 116 siswa baru melalui jalur prestasi. Pihak sekolah juga sudah menggelar pertemuan dengan orang tua dan wali murid guna menyosialisasikan pemetaan bakat serta arah pengembangan siswa.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, menyebutkan program penguatan bahasa asing itu merupakan bagian dari sinkronisasi dengan program prioritas nasional di sektor pendidikan.
Menurutnya, pemetaan minat dan bakat siswa dilakukan sejak awal agar proses pembinaan berjalan lebih terarah dan sesuai potensi masing-masing peserta didik.
“Bakat anak dipetakan agar pembinaannya lebih terarah. Kami melihat jauh ke depan; jika ingin ke Eropa harus bisa bahasa Inggris, ke Timur Tengah untuk pendidikan atau ibadah perlu bahasa Arab, dan saat ini keunggulan teknologi ada di Cina, maka bahasa Mandarin menjadi krusial,” jelas Abdul Hamid.
Ia menambahkan, setiap sekolah di wilayah Bireuen kini diarahkan memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda sesuai potensi masing-masing.
SMAN 1 Bireuen, misalnya, difokuskan pada penguatan kompetensi akademik murni. Sementara SMAN 2 Bireuen mengembangkan kombinasi akademik dan seni. Adapun SMAN 3 Bireuen diarahkan pada pengembangan seni dan olahraga dengan dukungan fasilitas alat musik yang lengkap.
Sedangkan sekolah di wilayah Pandrah dan Simpang Mamplam dikembangkan dengan pendekatan vokasi untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis.
“Saat Pak Hasan Basri menjabat di Simpang Mamplam, kami bahkan mengajarkan keterampilan pangkas rambut atau barbershop. Tujuannya agar siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi tetap memiliki skill untuk membuka usaha sendiri,” pungkas Abdul Hamid.








