Inspektorat Bireuen Teken MoU Pengelolaan Dana Desa Bersama Gampong Jangka Alue

  • Whatsapp

BIREUEN, ACEH, BEDAHNEWS.com – Inspektorat dan Pemerintah Gampong (Desa) Jangka Alue, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman terkait pengawasan penggunaan dana desa.

Penandatangan nota kesepahaman kerjasama dilakukan oleh Inspektur Kabupaten Bireuen, Hanafiah dan Keuchik (Kepala Desa) Jangka Alue, disaksikan pejabat inspektorat dan perangkat gampong, berlangsung di kantor keuchik, Selasa pagi, 8 Agustus 2023.

Muat Lebih

Inspektur Kabupaten Bireuen, Hanafiah, mengucapkan terimakasih kepada keuchik dan juga segenap perangkat gampong serta masyarakat Jangka Alue yang telah bersedia bekerjasama dalam hal pembinaan dana desa.

“Ide ini muncul karena belum ada inspektorat melakukan kerjasama pembinaan di gampong, juga dengan dana yang terbatas dan pegawai kami sedikit, sedangkan untuk pengaduan kasus dari masyarakat mengalir terus menerus, sehingga kami ingin dapat melakukan pembinaan bagi gampong,” ungkapnya.

Lanjutnya setelah dipelajari latar belakang, Gampong Jangka Alue ini, punya kemampuan dan kemauan, dengan harapan setelah diberikan pembinaan, gampong ini akan menjadi gampong percontohan bagi gampong lain dalam hal pengelolaan dana desa.

Hanafiah juga menyampaikan bahwa, pihaknya telah membentuk beberapa Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) yang khusus menangani kasus. Setiap petugas membina dua gampong dan setiap tahun, ada delapan gampong yang kami bina, sehingga semakin lama terus bertambah gampong sudah dilakukan pembinaan.

Inspektur juga menjelaskan, dalam melaksanakan program Inspektorat bina Gampong (INONAGA) ini, untuk biaya petugas ditanggung sendiri oleh Inspektorat Bireuen, dan setelah ada penandatangan MoU, sudah terikat dan ada rambu-rambu yang harus dipatuhi pemerintah gampong.

“Contoh misalnya ada hal yang sengaja melakukan kecurangan dana desa, dengan telah ada pembinaan ini, maka tidak ada penyimpangan dana desa. “Rata-rata di Bireuen fenomena ribut antara tuha peut dengan keuchik, saya harap jangan ada ketidakcocokan lagi,” jelasnya.

Inspektur Bireuen berharap adanya transparansi dalam hal pengelolaan dana desa, kalau ada kegiatan ingin dilaksanakan, ajak duduk bersama baik tuha peut, dan segenap para perangkat gampong, masyarakat, juga dilibatkan perempuan.

Dengan semakin banyak melibatkan perangkat dan masyarakat, semakin kecil pula kasus akan terjadi.

“Saya harap gampong ini jangan tersentuh aparat penegak hukum, maka untuk administrasi harus benar, betul-betul dapat dipertanggung jawabkan,” pesan Hanafiah.

“Kami melakukan pembinaan mulai perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, karena tahun 2023 ini perencanaan sudah berjalan, di tahun depan kami mulai dari perencanaan dan akan dibina 2 tahun. Selanjutnya kami akan mencari desa lain,” terang Inspektur.

Keuchik Jangka Alue, Faisal dalam pertemuan tersebut mengucapkan terimakasih kepada pihak Inspektorat Bireuen yang telah memilih gampong ini sebagai satu-satunya desa (gampong) binaan.

“Faisal juga berharap kepada perangkat gampong untuk selanjutnya agar dapat menyiapkan berbagai bahan-bahan yang dibutuhkan oleh Inspektorat guna dilakukan pemeriksaan,” sebutnya.

Laporan : Zubir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *