Jurnalis: Zubir
BANDA ACEH, BEDAHNEWS.com – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Pemerintah Aceh dalam mengawal pembangunan pascakonflik, khususnya di bidang pemberdayaan sosial, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JASA bersama Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan itu turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Aceh, A. Murtala, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus.
Ketua DPP JASA, Bukhari, mengatakan JASA kini tidak lagi sekadar menjadi wadah solidaritas korban konflik, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan masyarakat sipil yang aktif mengawal kebijakan publik. Sejak berdiri pada Desember 2015, organisasi tersebut telah terbentuk di 18 kabupaten/kota di Aceh.
“Kami ingin memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. JASA siap mendukung, mengawal, memberi masukan, sekaligus membantu menyosialisasikan program pemerintah,” ujar Bukhari.
Dalam audiensi itu, JASA juga memaparkan gagasan pengembangan kewirausahaan sosial berbasis creative hub sebagai upaya pemberdayaan generasi muda anak syuhada. Program tersebut dirancang menjadi ruang pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi kreatif bagi anak-anak korban konflik.
Menurut Bukhari, paradigma terhadap anak-anak syuhada harus diubah. Mereka, kata dia, tidak boleh terus-menerus diposisikan sebagai objek bantuan sosial, tetapi harus didorong menjadi generasi yang mandiri dan produktif.
“Anak-anak syuhada tidak boleh terus ditempatkan sebagai objek bantuan sosial. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang mandiri, produktif, dan merdeka dari kebodohan serta kemiskinan,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, JASA berencana melakukan pendataan menyeluruh terhadap anak-anak syuhada di seluruh Aceh sepanjang 2026. Data tersebut nantinya akan dijadikan dasar penyusunan program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, dan reintegrasi sosial agar lebih tepat sasaran.
Sekda Aceh, M. Nasir, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai JASA memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat pembangunan Aceh di era perdamaian yang kini memasuki dekade kedua.
“JASA harus menjadi elemen yang mampu membantu Pemerintah Aceh dalam membangun Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” kata M. Nasir.
Ia juga mendorong organisasi tersebut terus memperkuat konsolidasi internal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar tetap solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dukungan serupa turut disampaikan perwakilan daerah. Ketua JASA Bireuen, Mauliadi, menegaskan kesiapan organisasinya berjalan beriringan dengan pemerintah demi mewujudkan Aceh yang lebih bermartabat. Sementara perwakilan JASA Aceh Jaya mengingatkan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap agenda reintegrasi masyarakat terdampak konflik.
Bagi JASA, keberlanjutan perdamaian Aceh tidak hanya ditentukan oleh stabilitas politik, tetapi juga oleh terwujudnya keadilan sosial dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat yang terdampak langsung konflik masa lalu.








