Pengusaha Galian C di Simeulue Jadi Tersangka, Polisi Sita Satu Unit Alat Berat

  • Whatsapp
banner 468x60

Anggota Satreskrim Polres Simeulue melakukan olah TKP galian C diduga ilegal di Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Barat.(BEDAHNEWS.com/Uris).

Jurnalis: Uris

Muat Lebih

SIMEULUE, BEDAHNEWS.com – Aktivititas galian C yang diduga ilegal di Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Barat di Kepulauan Simeulue, Aceh kian meresahkan warga sekitar.

Merespon keluhan warga, dengan cepat Satreskrim Polres Simeulue pun menuju kelokasi untuk melakukan olah TKP dan menyita satu unit eskavator dan barang bukti lainnya, Kamis (15/10/2020).

Selain meresahkan, warga khawatir aktivitas galian C mengganggu lahan mereka bahkan dikhawatirkan akan diexploitasi oleh pihak tak bertanggungjawab dan akan menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

Aktivitas galian C ilegal tersebut diduga dilakukan pengusaha lokal inisial IS.

Olah TKP ini dilaksanakan bersama dengan tenaga ahli surveyor dari Dinas PUPR Kabupaten Simeulue, Fikrianto, ST, MT, untuk menentukan titik kordinat TKP dan untuk melihat bahwa apakah TKP tersebut merupakan lokasi yang dibenarkan untuk kegiatan pertambangan, berdasarkan letak Tata Ruang Kabupaten Simeulue, yang juga di saksikan oleh Kepala Desa Sanggiran.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo, SIK melalui Kasat Reskrim IPDA Muhammad Rizal, SE, SH, dalam siaran pers nya pada media ini, Sabtu (17/10/2020) membenarkan adanya olah TKP dengan kasus dimaksud. Sampai dengan berita ini bergulir, perkara pertambangan ilegal ini masih tangani oleh Unit Lidik II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), yang dipimpin oleh AIPDA Wardika Saputra, SH, Kanit Tipidter Polres Simeulue.

IPDA M. Rizal mengatakan, pada eskavator dipasang police line karena saat tim turun ke TKP, pihak pengelola tidak dapat menunjukkan izin galian C.

“Karena mereka tidak dapat menunjukkan dokumen izin galian C terpaksa kita hentikan dan eskavatornya kita amankan dan kita beri police line”, ujar IPDA M.Rizal

Wardika juga menerangkan, untuk menuju TKP pertambangan tersebut akses perjalanan yang di tempuh cukup jauh dan melewati medan yang sulit, namun kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar.

Tim Penyidik atas perintah Kapolres Simeulue, yang di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Simeulue, berkordinasi dengan Polsek Setempat, telah melakukan pengamanan terhadap tempat kejadian perkara, melakukan interogasi terhadap saksi – saksi yang berada di TKP, membawa dan mengamankan barang bukti diantaranya, satu unit excavator, barang bukti sampel hasil galian, dan lain-lain, ke Mapolres Simeulue untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kasus ini sudah pada tahap penyidikan dan pemberkasan serta telah menetapkan seorang tersangka,” jelas Wardika.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *