Pembangunan Pertanian, Siti Munifah: Kunci Penting Penguatan SDM

  • Whatsapp
banner 468x60

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) RI, Siti Munifah.(BEDAHNEWS.com).

Jurnalis: Mahyuddin

Muat Lebih

JAKARTA, BEDAHNEWS.com – Dalam rangka meningkatkan manajemen kinerja, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Pertanian RI, Siti Munifah, terus berupaya semaksimal mungkin menata sistem integrasi yang dapat memantau prestasi kerja dibarengi dengan evidence (bukti) yang dapat dipantau oleh unsur pimpinan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan, sekaligus sebagai arsip dan data digital yang dibutuhkan dalam pengembangan sumber daya manusia bidang pertanian.

Sebagai Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), diibaratkan seorang ibu yang harus menyiapkan kebutuhan dapur sekaligus menjaga rumah tetap bersih dan nyaman. Agar semua program dapat berjalan baik, dari persiapan hingga pelaksanaan, perlu perencanaan dan tata kelola yang sesuai dengan kaidah dan rambu-rambu peraturan perundangan yang berlaku. Mulai dari perencanaan anggaran, kerjasama, keuangan dan perlengkapan rumah tangga, kepegawaian dan hukum organisasi serta evaluasi dan pelaporan.

Karena di sekretariat badan harus menopang peran 3 pusat (Pusat Penyuluhan, Pusat Pendidikan dan Pusat Pelatihan) dengan 21 (Unit Pelaksana Teknis) UPT yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terkait hal tersebut tentu rambu-rambu dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan “Don’t ever againts the law”, menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas tugas yang harus diselesaikan.

“Kami dari kementerian akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk kebutuhan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang pertanian, melalui beberapa program baik yang sudah atau sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan, sesuai visi dan misi BPPSDMP yaitu, terwujudnya sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing serta berjiwa wirausaha untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, bahkan bagaimana Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) terus dapat meningkat,” kata Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) RI, Siti Munifah.

Sebagaimana Kepala Badan PPSDMP, Bapak Prof. Dedi Nursyamsi sampaikan bahwa memantapkan sistem administrasi dan manajemen yang terintegrasi, transparan dan akuntabel, dapat berjalan dengan baik apabila dibangun sistem kinerja dengan semangat dan saling aktif, cepat dan tepat.

“Kami di BPPSDMP akan bekerja keras dalam mewujudkan visi dan misi tersebut dengan segera mengimplementasi kegiatan program prioritas dan super prioritas Kementerian Pertanian di tahun 2021,” imbuhnya.

Lanjut Munifah, bahkan tak hanya itu, kunci penting dari semua program tersebut adalah penguatan sumberdaya manusia pertanian, melalui wadah kelembagaan ekonomi petani dan kelembagaan penyuluhan di kecamatan yaitu Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang ditingkatkan perannya dengan pendekatan modern dan pemanfaatan Information Technology (IT) menjadi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani). Dari situlah peran Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dari petani, penyuluh, administrator data di BPP, petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), hingga SDM terdidik seperti mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dapat mengambil peran dalam pembangunan pertanian.

“Ini sejalan dengan program prioritasnya Presiden Jokowi di periode ke II. Karenanya harus ditindaklanjuti oleh semua sektor di Kementan,” terangnya.

Maka dari itu, disini letak pentingnya dukungan BPPSDMP untuk program tersebut sangat diharapkan.

“BPPSDMP terus melakukan pembaharuan-pembaharuan program melalui pilar pelatihan, penyuluhan dan pendidikan yang nantinya bermuara pada penyediaan SDM petani yang dapat memahami bahkan yang tidak hanya mampu dibidang teknis, melainkan bisnis pertanian secara efektif, melalui pelatihan atau melalui jalur pendidikan di Polbangtan, bagi generasi muda,” paparnya.

Siti Munifah menambahkan, program tersebut akan terus ditingkatkan karena yang akan menguasai IT dan Komunikasi Informasi adalah petani millenial.

“Kita sudah memasuki era 4.0 dan yang bisa memasukinya adalah petani milenial, BPPSDMP akan mencetak petani milenial yang cerdas, melek teknologi, dan berjiwa enterpreneurship dan tahan banting,” tambahnya.

Sehingga diharapkan pertanian di 10 tahun yang akan datang, Indonesia didominasi oleh pemuda-pemuda yang mampu membawa pertanian ke level tertinggi,” tutup Sekban BPPSDMP Siti Munifah.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *