Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Capai 52 Persen, Girder Mulai Dipasang

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Progres pembangunan jembatan baru atau duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek penghubung jalur nasional tersebut kini memasuki tahap penting berupa pemasangan girder jembatan.

Muat Lebih

Pantauan Bedahnews.com di lokasi proyek, Selasa (19/5/2026), sebanyak enam unit girder bentang 30 meter mulai dipasang secara bertahap pada bagian abutmen dan pilar satu di sisi barat atau arah Banda Aceh.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh, Isnanda, mengatakan hingga saat ini progres fisik pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 52 persen.

“Hari ini kita mulai melakukan pemasangan girder bentang 30 meter. Untuk sisi barat ada dua girder yang sedang dipasang, sedangkan empat unit lainnya akan dilakukan bertahap dengan target dua unit per hari,” ujar Isnanda saat ditemui di lokasi proyek.

Menurutnya, selain pekerjaan pemasangan girder di sisi barat, pihak rekanan juga terus memacu pekerjaan di sisi timur arah Lhokseumawe, termasuk persiapan pengecoran pilar kedua.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan pengecoran pilar dua. Jika pekerjaan ini dan pemasangan girder selesai, maka progres pembangunan akan meningkat cukup signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahapan selanjutnya adalah pemasangan steel box girder untuk bentang utama jembatan sepanjang 60 meter yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang.

Pihaknya optimistis pembangunan jembatan pengganti yang sebelumnya putus akibat diterjang banjir pada November 2025 lalu itu dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Target kami, akhir Agustus 2026 jembatan ini sudah fungsional sehingga akses transportasi lintas nasional kembali normal,” katanya.

Sementara menunggu jembatan permanen rampung, Isnanda juga mengimbau masyarakat dan para sopir angkutan untuk bersama-sama menjaga kondisi jembatan darurat Bailey yang saat ini masih digunakan sebagai akses utama.

Ia meminta pengguna jalan mematuhi batas tonase kendaraan agar konstruksi jembatan darurat tetap aman dan tidak mengalami kerusakan sebelum jembatan permanen selesai dibangun.

“Mari kita jaga bersama jembatan Bailey ini dengan mematuhi batas muatan kendaraan agar tetap aman digunakan sampai pembangunan jembatan baru selesai sepenuhnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *