Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen, Aceh, bersaing dalam Kejuaraan Sepak Bola Antar-Kecamatan Se-Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen.
Turnamen resmi dibuka Bupati Bireuen Mukhlis di Lapangan Terbuka Hijau Bireuen, Minggu (27/9/2026). Kompetisi ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kabupaten Bireuen, tetapi juga diarahkan sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat silaturahmi antarkecamatan.
Saat membuka turnamen, Bupati Mukhlis mengajak seluruh kontingen menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai momentum membangun karakter generasi muda.
“Olahraga berperan penting membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, kebersamaan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah,” kata Mukhlis.
Ia juga mengingatkan para pemain, pelatih, ofisial, hingga pendukung masing-masing tim agar mengedepankan prinsip fair play selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, persaingan di lapangan merupakan bagian dari kompetisi, namun persaudaraan dan sikap saling menghormati harus tetap dijaga.
“Hasil pertandingan merupakan bagian dari kompetisi, sedangkan persaudaraan dan sikap saling menghormati harus tetap dipertahankan,” ujarnya.
Diikuti 17 Kecamatan, Hadiah Rp70 Juta
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bireuen, Muhammad Al Muttaqim, mengatakan kejuaraan tersebut diikuti 17 kecamatan dan dijadwalkan berlangsung selama 16 hari.
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp70 juta bagi tim-tim yang berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tersebut.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga diarahkan untuk memastikan pembinaan dan penjaringan talenta sepak bola lokal berlangsung secara optimal.
Karena itu, panitia menerapkan aturan domisili yang cukup ketat. Setiap pemain diwajibkan memiliki identitas kependudukan sesuai dengan kecamatan yang diwakilinya.
“Panitia menerapkan sistem KTP kecamatan, sehingga setiap pemain wajib memiliki identitas kependudukan sesuai dengan wilayah kecamatan yang diwakili,” kata Muttaqim.
Ketentuan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal sekaligus mencegah penggunaan pemain dari luar wilayah kecamatan.
Pembukaan Dimeriahkan Marching Band
Pembukaan kejuaraan turut dimeriahkan penampilan marching band Gita Bate Kureeng dari SMPN 1 Bireuen.
Sejumlah unsur Forkopimda, pengurus PSSI, KONI, serta tokoh olahraga Kabupaten Bireuen turut hadir menyaksikan pembukaan turnamen.
Kompetisi kemudian secara resmi dimulai dengan tendangan pertama atau kick-off yang dilakukan Bupati Mukhlis bersama jajaran pejabat daerah.
Pada laga perdana, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng menghadapi Kecamatan Kuala pada babak play-off. Pertandingan tersebut menjadi penentu untuk memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak 16 besar.
Dengan durasi pertandingan selama 16 hari, kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi munculnya talenta-talenta muda sepak bola yang dapat dibina untuk membawa nama Kabupaten Bireuen pada level yang lebih tinggi.











