Jurnalis: Zubir
JAKARTA, BEDAHNEWS.com — Partai Indonesia Terang (PINTER) kembali menjalankan program sosial Indonesia Terang dengan menyalurkan bantuan 1.000 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) untuk masyarakat di daerah yang masih membutuhkan fasilitas penerangan jalan.
Bantuan tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, dan Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Penyerahan bantuan untuk Pegunungan Arfak dilakukan langsung oleh Ketua Umum PINTER, Dr. Hj. Cut Nyak Rizayati, S.H., M.M., kepada Bupati Pegunungan Arfak, Dr. Dominggus Saiba, di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Cut Nyak Rizayati mengatakan, program Indonesia Terang merupakan bagian dari upaya PINTER membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur penerangan.
Menurutnya, keberadaan PJU TS diharapkan dapat mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus memberikan penerangan di sejumlah ruas jalan yang selama ini minim fasilitas penerangan.
“Dengan kembali diluncurkannya program Indonesia Terang ini, kami berharap dapat membantu penerangan bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di daerah yang masih membutuhkan fasilitas penerangan jalan,” ujar Cut Nyak Rizayati.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi tenaga surya pada PJU TS juga sejalan dengan upaya mendorong penggunaan energi terbarukan. Selain memberikan penerangan, fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Bupati Pegunungan Arfak Apresiasi Bantuan
Bupati Pegunungan Arfak, Dr. Dominggus Saiba, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PINTER. Ia menilai keberadaan PJU TS akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas warga.
“Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat Pegunungan Arfak. Kehadiran penerangan jalan akan membantu mobilitas warga dan meningkatkan rasa aman. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Cut Nyak Rizayati dan Partai Indonesia Terang,” tutur Dominggus.
Dalam kesempatan tersebut, Dominggus juga menyampaikan sejumlah potensi yang dimiliki Pegunungan Arfak untuk dikembangkan, di antaranya sektor pariwisata, perhotelan, serta ekonomi berbasis potensi lokal.
Ia pun mengajak dunia usaha dan investor untuk melihat peluang pengembangan berbagai sektor di Pegunungan Arfak.
Menanggapi hal tersebut, Cut Nyak Rizayati menyatakan keterbukaan terhadap peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur dan perekonomian daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha agar potensi yang dimiliki daerah dapat dikembangkan secara optimal.











