HRD Buka PKM Poltekpel Malahayati di Pidie Jaya, 1.200 Warga Pesisir Dapat Edukasi Keselamatan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

PIDIE JAYA, BEDAHNEWS.com — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ruslan M. Daud atau akrab disapa HRD, membuka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (12/9/2026).

Muat Lebih

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi risiko bencana sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan pelayaran.

Mengusung tema “Pengabdian kepada Masyarakat dalam Rangka Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Edukasi Keselamatan Pelayaran dan Kesiapsiagaan Bencana”, kegiatan ini melibatkan sekitar 1.200 peserta.

Dalam sambutannya, HRD menegaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat pesisir merupakan hal penting, terutama bagi warga yang aktivitas sehari-harinya sangat bergantung pada kondisi laut dan cuaca.

Menurutnya, pengetahuan mengenai keselamatan pelayaran tidak hanya dibutuhkan oleh nelayan atau pelaku transportasi laut, tetapi juga harus menjadi bagian dari kesadaran masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menjaga keselamatan diri maupun orang lain. Kesiapsiagaan menghadapi bencana juga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pesisir,” kata HRD.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

HRD juga mengapresiasi Poltekpel Malahayati yang memilih Pidie Jaya sebagai lokasi pelaksanaan PKM. Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kita berharap edukasi seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui potensi ancaman bencana, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Bupati Pidie Jaya Apresiasi Kolaborasi

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya, Sibrah Malasyi. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam memperkuat program pembangunan sekaligus pemberdayaan masyarakat di daerah.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dapat memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan kapasitas warga, khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Sementara itu, Direktur Poltekpel Malahayati, Andi Fiardi, menjelaskan bahwa program PKM tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Materi yang diberikan mencakup prosedur pelayaran yang aman, penggunaan alat keselamatan, hingga langkah mitigasi ketika menghadapi ancaman tsunami, gelombang tinggi, banjir rob, dan cuaca ekstrem.

Selain edukasi keselamatan pelayaran, rangkaian kegiatan juga mencakup program kesehatan mental sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan melibatkan tiga pemateri, 800 peserta PKM, 400 peserta program kesehatan mental, serta 13 panitia pendukung, dengan total keterlibatan mencapai 1.216 orang.

Melalui kolaborasi Poltekpel Malahayati, DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan pelayaran, serta mendukung percepatan pemulihan masyarakat Aceh pascabencana hidrometeorologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *