633 Siswa MI hingga MA Bireuen Berebut Tiket OMI Tingkat Provinsi Aceh

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Sebanyak 633 siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Bireuen.

Muat Lebih

Kompetisi tersebut berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026, di MTsN 2 Bireuen, Gampong Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan. Para peserta berkompetisi untuk menjadi yang terbaik sekaligus memperebutkan tiket mewakili Kabupaten Bireuen pada OMI tingkat Provinsi Aceh yang dijadwalkan berlangsung 6–7 Oktober 2026.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Anis, melalui Sekretaris Panitia, Amirza, mengatakan peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebelum menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.

“Kami telah menggelar rapat bersama untuk meningkatkan kemampuan peserta. Nanti ada pembinaan lanjutan agar anak-anak lebih siap mengikuti OMI tingkat Provinsi Aceh,” kata Amirza, Selasa (8/9/2026).

Amirza menjelaskan, pelaksanaan OMI diawali dengan jenjang MA pada Senin (7/9). Sebanyak 256 siswa mengikuti kompetisi pada enam bidang studi.

Rinciannya, Matematika 44 peserta, Kimia 43 peserta, Geografi 43 peserta, Fisika 41 peserta, Biologi 46 peserta, dan Ekonomi 39 peserta.

Pada hari kedua, Selasa (8/9), giliran 148 siswa jenjang MTs mengikuti kompetisi. Mereka beradu kemampuan pada tiga bidang studi, yakni Matematika dengan 49 peserta, IPA 48 peserta, dan IPS 50 peserta. Pelaksanaan ujian MTs dibagi dalam tiga sesi hingga sore hari.

Sementara itu, sebanyak 229 siswa jenjang MI akan mengikuti kompetisi pada Rabu (9/9). Peserta terbagi dalam dua bidang, yakni Matematika sebanyak 115 siswa dan IPAS sebanyak 114 siswa.

Menurut Amirza, OMI tingkat Kabupaten Bireuen tahun ini dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Panitia menyediakan 30 unit komputer di lokasi, sedangkan sebagian peserta lainnya mengikuti ujian menggunakan laptop masing-masing.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M) Bireuen, Iskandar, mengatakan OMI tidak hanya terbuka bagi peserta dari madrasah di bawah Kementerian Agama. Siswa sekolah umum di bawah naungan Dinas Pendidikan juga diberi kesempatan untuk berkompetisi.

“Pada tingkat MTs, ada perwakilan enam siswa dari SMP Azkya yang rutin bergabung setiap tahunnya,” ujar Iskandar.

Ia berharap pelaksanaan OMI dapat menjadi tolok ukur efektivitas pembinaan peserta didik di masing-masing madrasah dan sekolah, sekaligus mendorong peningkatan prestasi serta daya saing siswa.

“Ajang ini kita harapkan dapat memacu semangat anak-anak untuk terus meningkatkan kemampuan, sehingga mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *