Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Ratusan mahasiswa baru Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin (31/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026), dipusatkan di Aula Tgk Chik Abdurrahman, Kampus UIA Paya Lipah.
Humas UIA, Aulia Fitri, mengatakan PBAK menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, sekaligus membangun karakter sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyematan almamater secara simbolis, pembacaan ikrar dan pakta integritas bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta pemaparan mengenai budaya akademik di lingkungan kampus.
“Selama tiga hari, mahasiswa dibekali berbagai materi krusial. Satlantas Polres Bireuen menyampaikan materi mahasiswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, sementara BNNK Bireuen memberikan edukasi bahaya Napza. Polres Bireuen juga mengisi materi kedisiplinan dan kepemimpinan,” ujar Aulia.
Selain materi dari narasumber eksternal, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sistem informasi akademik, program studi, berbagai bantuan pendidikan, serta organisasi kemahasiswaan di lingkungan UIA.
Untuk membangun kekompakan dan kreativitas, rangkaian PBAK turut diisi Halaqah Qiraatul Quran, permainan dan outbound, hingga penutupan serta pembagian hadiah hiburan bagi peserta.
Rektor UIA Paya Lipah, Dr. Nazaruddin, M.A., dalam pembukaan PBAK mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan fase penting dalam perjalanan pendidikan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan kemampuan sosial, kepemimpinan, serta keterampilan di luar kegiatan perkuliahan.
“Segala impian dan capaian akan kita mulai di sini. Saya berharap jadilah mahasiswa yang aktif dan cerdas yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” kata Nazaruddin di hadapan civitas akademika UIA.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Rusyidi Mukhtar, S.Sos., menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ia mendorong mahasiswa agar mampu memanfaatkan perkembangan era digital secara positif untuk memperluas wawasan dan khazanah keilmuan, bukan justru terjebak pada berbagai dampak negatifnya.
Sebagai perguruan tinggi berbasis wakaf di bawah naungan Yayasan Almuslim Peusangan, UIA Paya Lipah terus mendorong integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
Melalui PBAK Tahun Akademik 2026/2027, UIA berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan kehidupan kampus, memiliki integritas moral, berpikir kritis dan adaptif, serta nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.











