Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, terus dilakukan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menyalurkan 2 juta benur udang vaname kepada 52 petambak di Gampong Ule Ceu, Kecamatan Jangka, Selasa (1/9/2026).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu petambak kembali mengembangkan usaha budidaya setelah tambak mereka terdampak banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada akhir November 2025.
Penebaran benur secara simbolis dilakukan oleh Bupati Bireuen, Mukhlis, didampingi Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Bireuen, M. Jafar, Penyuluh Perikanan Fandi Sulasa, serta Keuchik Ule Ceu Azwani.
Kepala DPKP Bireuen, M. Jafar, mengatakan luas keseluruhan tambak di Gampong Ule Ceu mencapai lebih dari 82 hektare. Sebagian besar tambak warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai ringan, sedang, hingga berat akibat tertimbun lumpur pascabanjir.
“Saat ini terdapat 56,2 hektare tambak udang maupun ikan yang sudah selesai diperbaiki secara mandiri oleh pemiliknya. Sementara sisanya, sekitar 26 hektare lebih, masih membutuhkan perhatian dan penanganan dari pemerintah,” ujar Jafar kepada Bedahnews.com di lokasi penyaluran, Selasa pagi.
Menurut Jafar, penanganan tambak yang mengalami kerusakan berat telah dimasukkan dalam dokumen Detail Engineering Design (DED) dan akan dilakukan pemerintah secara bertahap.
Sementara itu, bantuan 2 juta benur udang vaname diprioritaskan bagi petambak yang telah menyelesaikan perbaikan tambaknya. Jumlah benur yang diterima masing-masing petambak disesuaikan dengan luas lahan menggunakan standar 35 ribu benur per hektare.
Dengan skema tersebut, tambak seluas 2.000 meter persegi mendapatkan alokasi 7.000 benur, sedangkan lahan seluas tiga hektare memperoleh 105 ribu benur.
“Selain benur, nantinya pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pakan udang,” kata Jafar.
Bupati Bireuen, Mukhlis, mengapresiasi dukungan KKP terhadap pemulihan sektor perikanan budidaya di daerah tersebut. Menurutnya, bantuan benur menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat kembali produktif setelah terdampak bencana.
Mukhlis berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kembali aktivitas budidaya tambak sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan pesisir Bireuen.
“Kami juga berharap pemerintah pusat terus melanjutkan penanganan terhadap sisa area tambak warga yang rusak berat dan belum mampu diperbaiki secara mandiri, agar seluruh lahan bisa kembali berfungsi optimal,” tutur Mukhlis.
Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali usaha tambak masyarakat Ule Ceu, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi warga yang terdampak banjir bandang.











