Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) bekerja sama dengan Perum Bulog Lhokseumawe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di empat kecamatan selama empat hari, 10-13 Agustus 2026.
Program tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau, terutama warga yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Kepala DPKP Kabupaten Bireuen, Ir. M. Jafar, M.M., melalui Sekretaris DPKP Rahmat Adha, S.STP., didampingi Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Elza Noviana, S.I.P., mengatakan GPM dilaksanakan secara bergiliran di empat kecamatan.
“Rangkaian kegiatan dimulai dari Kecamatan Jangka pada Senin (10/8), dilanjutkan Kecamatan Juli pada Selasa (11/8), Kecamatan Peusangan Selatan pada Rabu (12/8), dan terakhir Kecamatan Pandrah pada Kamis (13/8) pagi hingga selesai,” ujar Rahmat Adha kepada Bedahnews.com, Rabu (12/8/2026).
Pada pelaksanaan GPM di Kecamatan Peusangan Selatan, DPKP Bireuen menyediakan sejumlah komoditas pangan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Komoditas tersebut terdiri dari beras premium sebanyak 3.000 kilogram dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp61.000 per kemasan, minyak goreng premium sebanyak 1.200 kilogram dalam kemasan 2 liter seharga Rp36.000, gula pasir sebanyak 1.200 kilogram dalam kemasan 2 kilogram seharga Rp29.000, serta telur ayam ras sebanyak 600 papan dengan harga Rp37.000 per papan.
Masyarakat juga dapat membeli seluruh komoditas tersebut dalam satu paket dengan harga Rp163.000.
Rahmat berharap program Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke kecamatan lainnya di Kabupaten Bireuen.
“Semoga kegiatan ini bisa membantu meringankan beban pangan masyarakat yang saat ini masih dalam kondisi pemulihan pascabencana,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan GPM.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang dan mengantre untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah.
Rahmi (32), salah seorang warga yang membeli kebutuhan pokok dalam kegiatan tersebut, mengaku sangat terbantu karena harga yang ditawarkan cukup jauh di bawah harga pasar.
“Telur ayam biasanya kami beli Rp48.000 sampai Rp50.000 per papan, tetapi di sini hanya Rp37.000 per papan isi 30 butir. Begitu juga beras 5 kilogram yang di pasar sekitar Rp85.000, di sini dijual Rp61.000,” ungkapnya.
Warga lainnya, Nuriah (48) dan Erlina, berharap program pangan murah tersebut dapat digelar secara rutin, mengingat kebutuhan bahan pokok masyarakat masih cukup tinggi.
“Kami sangat berharap program ini terus ada. Saat ini pasokan beras sangat kami butuhkan, terlebih sebagian lahan sawah yang terdampak banjir belum bisa difungsikan kembali,” kata Nuriah.
Melalui kegiatan tersebut, DPKP Bireuen bersama Bulog tidak hanya berupaya menjaga keterjangkauan harga pangan, tetapi juga membantu memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana.











