Revitalisasi 22 Sekolah Terdampak Banjir di Bireuen Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum 13 Juli

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah terus mempercepat proses revitalisasi 22 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Bireuen yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Proyek yang didanai pemerintah pusat tersebut ditargetkan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada Senin, 13 Juli 2026.

Muat Lebih

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan di masing-masing sekolah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, meski tingkat penyelesaiannya masih bervariasi sesuai tingkat kerusakan bangunan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Yusnita, SE., Ak., S.Pd., M.M., didampingi Kepala Tata Usaha (KTU), Iswahyudi, M.Pd., mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke sejumlah sekolah yang sedang menjalani revitalisasi guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan progres yang berbeda-beda. Ada sekolah yang pekerjaannya sudah mencapai sekitar 90 persen, namun ada pula yang masih di bawah 60 persen. Saat ini seluruh pekerjaan terus dipacu agar selesai tepat waktu,” ujar Yusnita kepada Bedahnews.com, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil monitoring terakhir, sebagian sekolah bahkan telah mencapai progres sekitar 80 persen. Sementara sekolah yang mengalami kerusakan lebih berat masih berada di bawah 50 persen. Meski demikian, perkembangan di lapangan terus dipantau dan dikoordinasikan bersama kepala sekolah serta pihak pelaksana.

Yusnita berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum masa libur sekolah berakhir sehingga proses belajar mengajar (PBM) tahun ajaran 2026/2027 dapat berlangsung normal pada hari pertama masuk sekolah.

“Kami berharap seluruh sekolah yang direvitalisasi sudah siap digunakan saat siswa kembali belajar pada 13 Juli nanti. Jika ada kendala di lapangan, segera lakukan koordinasi agar dapat dicarikan solusi bersama sehingga PBM tidak terganggu,” tegasnya.

SMAN 1 Peusangan Siapkan Skema Transisi

Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir adalah SMAN 1 Peusangan. Kepala SMAN 1 Peusangan, Jumiati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa progres revitalisasi di sekolahnya saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi dimulainya tahun ajaran baru, pihak sekolah memprioritaskan penyelesaian empat ruang kelas yang akan digunakan terlebih dahulu untuk kegiatan belajar mengajar.

“Saat ini pengerjaan difokuskan pada empat ruang kelas sebagai persiapan awal PBM. Keempat ruangan tersebut sudah hampir selesai, sementara ruangan lainnya tetap dikerjakan secara paralel,” jelas Jumiati.

Ia optimistis proses belajar mengajar tidak akan terganggu meski revitalisasi masih berlangsung. Sekolah telah menyiapkan sejumlah ruang alternatif yang dinilai aman dan layak digunakan.

“Kami memiliki gedung dua lantai yang akan dimanfaatkan sementara sebagai ruang belajar, ditambah beberapa ruangan lain yang masih layak pakai. Dengan demikian, proses pembelajaran tetap dapat berjalan sambil menunggu pekerjaan revitalisasi selesai seluruhnya,” katanya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Peusangan menerima 162 peserta didik baru, sehingga total siswa di sekolah tersebut kini mencapai lebih dari 400 orang.

Daftar Sekolah Penerima Program Revitalisasi

Sebanyak 22 sekolah di Kabupaten Bireuen yang memperoleh program revitalisasi pascabanjir dari pemerintah pusat meliputi:

Kecamatan Peusangan: SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, SMAN 3 Peusangan, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMAN 1 Peusangan Selatan, dan SMKN 1 Peusangan.

Kecamatan Gandapura dan Makmur: SMAN 1 Gandapura dan SMAN 1 Makmur.

Kecamatan Kutablang dan Jangka: SMAN 2 Kutablang, SLB YTC Kutablang, dan SMAN 1 Jangka.

Kecamatan Jeumpa, Peulimbang, dan Jeunieb: SMAN 1 Peulimbang, SMKN 1 Jeumpa, dan SMKN 1 Jeunieb.

Kecamatan Samalanga: SMAN 1 Samalanga dan SMAN 2 Samalanga.

Sekolah swasta: SMAS Al Furqon, SMAS Nurul Islam, SMKS Kesehatan Muhammadiyah, SMAS Muslimat, SMAS Al Hanafiyah, dan SMKS Al Hidayah.

Pemerintah berharap percepatan revitalisasi ini tidak hanya memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir, tetapi juga memastikan seluruh siswa dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan pada awal tahun ajaran baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *