Penanganan Darurat Bendung Irigasi Pante Lhong Rampung, Distribusi Air ke Sawah Petani Masih Menunggu Perbaikan Saluran

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Penanganan darurat Bendung Irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, telah rampung dilaksanakan. Bendung yang menjadi sumber utama irigasi ribuan hektare sawah itu sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang pada November 2025.

Muat Lebih

Meski pekerjaan penanganan darurat telah selesai, air belum dapat dialirkan ke jaringan irigasi karena kondisi saluran sekunder dan tersier masih mengalami kerusakan serta dipenuhi endapan sedimen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Irigasi Pante Lhong pada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Wilayah III Provinsi Aceh, Suherman, mengatakan secara teknis penanganan darurat di sisi selatan bendung telah selesai sehingga aliran sungai kini kembali masuk ke bendung mercu (air limpas).

Namun, pihaknya belum membuka pintu air menuju jaringan irigasi demi menghindari terbuangnya pasokan air akibat saluran yang belum siap digunakan.

“Air belum kami alirkan ke saluran irigasi karena banyak jaringan yang masih rusak dan dipenuhi sedimen. Kami khawatir air tidak sampai ke areal persawahan yang menjadi tujuan,” ujar Suherman kepada Bedahnews.com, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi debit air saat ini, bendung yang telah diperbaiki diperkirakan baru mampu mengairi sekitar 2.000 hektare lahan sawah yang tersebar di Kecamatan Juli, Jeumpa, dan Peusangan.

Sementara itu, agar distribusi air dapat segera dilakukan, Dinas SDA Wilayah III Provinsi Aceh terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen untuk mempercepat pembersihan sedimen dan perbaikan saluran irigasi.

“Kami ingin memastikan saluran benar-benar siap. Jadi ketika pintu air dibuka, air dapat mengalir hingga ke lahan pertanian dan tidak terbuang sia-sia di sepanjang saluran,” jelasnya.

Suherman memperkirakan air sudah dapat mulai dialirkan paling cepat pada pekan depan, dengan syarat pekerjaan pembersihan sedimen dan perbaikan saluran yang rusak dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kami memahami harapan dan kebutuhan para petani agar irigasi ini segera kembali berfungsi. Namun kami juga harus memastikan jaringan di hilir siap menerima pasokan air sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” katanya.

Pada tahap awal, suplai air difokuskan untuk mengairi sekitar 2.000 hektare sawah. Adapun areal pertanian lainnya akan dilayani secara bertahap seiring penyelesaian rehabilitasi jaringan irigasi.

Sebelumnya, Bupati Bireuen juga telah meninjau langsung kondisi Bendung Irigasi Pante Lhong dan berharap infrastruktur tersebut segera kembali berfungsi normal untuk mendukung musim tanam para petani.

Sebagai informasi, banjir bandang yang terjadi pada November 2025 mengakibatkan kerusakan berat pada Bendung Irigasi Pante Lhong. Akibatnya, pasokan air untuk sekitar 6.562 hektare lahan persawahan yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Bireuen terputus total.

Banjir juga mengubah morfologi sungai di sekitar bendung. Aliran sungai terbelah menjadi dua, dengan aliran utama bergeser ke sisi selatan. Sementara itu, sisi utara bendung tertimbun material lumpur dan sedimen dalam jumlah besar, sehingga bendung utama sempat mengering. Selain itu, erosi yang cukup parah turut menggerus bantaran sungai di kedua sisi bendung, sehingga diperlukan penanganan darurat untuk mengembalikan fungsi infrastruktur irigasi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *