Dana Stimulan Mulai Dicairkan, Ratusan Rumah Korban Banjir Bandang di Bireuen Segera Direhabilitasi

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah mulai mencairkan dana bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh. Pada tahap awal, bantuan tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh sekitar 300 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan kategori ringan dan sedang.

Muat Lebih

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Ir. Marwan, ST., MT., mengatakan anggaran bantuan yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat.

“Dana bantuan dikirim langsung ke rekening penerima. Setelah dicairkan, penerima wajib membuat surat pertanggungjawaban mutlak sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan bantuan,” ujar Marwan kepada Bedahnews.com di sela menunggu kedatangan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Selasa (23/6).

Marwan menjelaskan, jumlah rumah yang mengalami rusak ringan akibat banjir bandang di Kabupaten Bireuen mencapai 2.954 unit. Setiap pemilik rumah menerima bantuan rehabilitasi sebesar Rp15 juta. Sementara untuk kategori rusak sedang tercatat sebanyak 1.393 unit dengan nilai bantuan Rp30 juta per unit.

Meski dana bantuan bagi seluruh penerima kategori rusak ringan dan rusak sedang telah masuk ke rekening masing-masing, pencairan yang sudah siap digunakan untuk pembelian material bangunan dan pembayaran upah tukang baru mencakup sekitar 300 unit rumah pada tahap awal.

Selain penyaluran bantuan rehabilitasi rumah, BPBD Bireuen juga melaporkan perkembangan pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi korban terdampak bencana. Hingga saat ini, sebanyak 340 unit Huntap telah rampung dibangun di sejumlah lokasi.

Adapun untuk kategori rumah rusak berat yang membutuhkan relokasi, tercatat sebanyak 703 unit. Data penerima untuk kategori tersebut telah diajukan ke pemerintah pusat guna proses tindak lanjut pembangunan.

“Data rumah rusak berat yang akan direlokasi sudah kami kirimkan ke pemerintah pusat,” jelas Marwan.

Sementara itu, untuk penanganan korban banjir bandang tahap II, BPBD Bireuen menyebut proses saat ini masih berada pada tahapan pemadanan data bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bireuen.

“Setelah proses pemadanan selesai dan mendapat persetujuan dari inspektorat, data tersebut akan segera kami kirimkan ke pemerintah pusat sesuai permintaan BNPB,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *