Tiga Rumah di Pulo Ara Bireuen Ludes Terbakar, Korban Kehilangan Seluruh Harta Benda

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Musibah kebakaran menghanguskan tiga unit rumah warga di Lorong Dewi, Dusun Geudong Teugoh, Gampong Pulo Ara Geudong Teugoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Muat Lebih

Kebakaran terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke tiga rumah yang berdiri berdempetan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh harta benda milik para korban tidak berhasil diselamatkan. Mereka hanya dapat menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan.

Sejumlah armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Bireuen dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman yang berada di pusat Kota Bireuen tersebut.

Setelah bekerja keras, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api. Namun, tiga unit rumah beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan berat hingga ludes terbakar.

Salah seorang korban, Ridwan Lubis (67), pemilik rumah permanen di bagian ujung barat, mengaku masih terjaga ketika kebakaran terjadi. Ia awalnya mendengar suara letupan dan kegaduhan dari arah belakang rumah.

“Saya sempat mengira AC yang rusak. Namun, setelah saya pastikan dari lantai dua, ternyata api sudah membesar di belakang rumah tetangga yang masih kerabat saya. Saya langsung membangunkan anggota keluarga untuk menyelamatkan diri,” ujar Ridwan.

Ridwan tinggal di rumah tersebut bersama anak, menantu, dan dua cucunya, yakni Yuliana Sari (30), Yusrizal (24), Yusuf Al Ghifari (7), dan Asraf Al Habsy (5).

Sementara itu, rumah di bagian tengah milik Fauziah (51) juga ludes terbakar. Bangunan tersebut memiliki konstruksi permanen di bagian depan dan semi-permanen di bagian belakang.

Rumah itu dihuni Fauziah bersama putrinya, Siti Ardina (23), serta keluarga Aris Maulana (29), istrinya, Dessy Faurina (29), dan anak mereka, Rafasya Aqlan Maulana (3).

Siti Ardina mengatakan keluarganya terbangun setelah ibunya melihat kobaran api telah membesar dari bagian belakang rumah. Mereka kemudian bergegas keluar untuk menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang berharga.

“Kami langsung keluar menyelamatkan diri. Tidak sempat membawa harta benda karena api sudah besar,” tuturnya.

Satu rumah lainnya yang ikut terbakar merupakan rumah kayu milik Irfan (39) yang berada di bagian ujung timur. Saat kebakaran terjadi, Irfan tidak berada di rumah karena sedang bekerja di Banda Aceh.

Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Kota Juang Iptu Faisal Riza, S.H., mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Menurutnya, api pertama kali diketahui telah membesar dari bagian belakang rumah Fauziah sebelum kemudian menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Sementara itu, Keuchik Pulo Ara Geudong Teugoh, Hasan Basri (Agam Djarwal), didampingi Kepala Dusun Novrizal, mengatakan pihak gampong telah menyalurkan bantuan awal tanggap darurat kepada para korban.

Pihak gampong juga berharap adanya bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka.

“Untuk sementara waktu, para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda menumpang di rumah kerabat mereka,” ujar Hasan Basri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *