Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (23/6/2026) sore.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Camat Peudada, Erry Seprinaldi, menjelaskan bahwa di Gampong Blang Kubu terdapat lima unit Huntap yang dibangun di Dusun Kuta Harapan. Sejumlah unit telah rampung, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
“Sebanyak tiga unit sudah selesai dibangun dan siap ditempati, sementara dua unit lainnya telah memasuki tahap persiapan konstruksi dengan material yang sudah tersedia di lokasi,” ujar Erry di sela kunjungan.
Selain itu, dua warga lainnya juga tercatat sebagai penerima manfaat program hunian tetap yang sedang diproses sesuai tahapan pelaksanaan.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Ismunandar, Asisten II Setdakab Mawardi, Kepala Pelaksana BPBD Bireuen Ir. Marwan, serta unsur pemerintah kecamatan dan perangkat gampong setempat.
Di sela kegiatan, Suharyanto juga menyempatkan diri berdialog dengan warga penerima manfaat serta menyerahkan bingkisan kepada masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kepada awak media, Suharyanto menyampaikan bahwa Kabupaten Bireuen menjadi salah satu lokasi penting dalam agenda evaluasi penanganan pascabencana di wilayah Sumatra setelah sebelumnya BNPB melakukan peninjauan di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Menurutnya, progres pembangunan Huntap di Kabupaten Bireuen menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Di Bireuen progres pembangunan terlihat semakin baik. Dari target 340 unit rumah, saat ini lebih dari 100 unit telah selesai dibangun. Kami menargetkan seluruh pembangunan Huntap di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat dituntaskan pada akhir 2027,” kata Suharyanto.
Ia menjelaskan, setiap unit rumah dibangun dengan alokasi anggaran sebesar Rp60 juta. Meski ditemukan beberapa catatan teknis di lapangan, BNPB telah meminta pihak pelaksana segera melakukan perbaikan agar kualitas bangunan tetap terjaga.
“Ada beberapa bagian yang perlu disempurnakan dan sudah kami tindak lanjuti. Kontraktor telah kami minta turun langsung untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil dialog dengan warga penerima manfaat, Suharyanto menilai program bantuan hunian tetap mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan paling mendasar pascabencana.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti terutama bagi warga terdampak yang sebagian besar berasal dari kelompok ekonomi rentan.
“Hunian tetap ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan secara normal,” pungkasnya.








